TOLITOLI, Tabenews.com.– Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan faktor yang tidak dapat dinegosiasikan dalam transportasi laut. Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan Kampanye Keselamatan Pelayaran di Tolitoli, Rabu (13/8), yang turut dihadiri Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan, Ketua DPRD Hj. Sriyanti Dg. Parebba, serta sejumlah pejabat terkait.
Menurut Amran, sebagai daerah pesisir dan pintu gerbang perdagangan laut di wilayah utara Sulawesi Tengah, Tolitoli memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran. “Keselamatan pelayaran bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga menjadi budaya yang harus ditanamkan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, kelalaian atau pelanggaran terhadap prosedur keselamatan di laut dapat mengakibatkan kerugian besar, bahkan kehilangan nyawa. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan pelayaran yang berkelanjutan.
Kampanye ini, kata Amran, menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali masyarakat, pelaku usaha, dan operator kapal akan pentingnya standar keselamatan. “Kita ingin memastikan transportasi laut di Tolitoli berjalan aman, nyaman, dan tertib,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tolitoli menyatakan mendukung penuh kegiatan tersebut. Amran juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait untuk mewujudkan transportasi laut yang lebih baik.
Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan menambahkan, keberhasilan menjaga keselamatan pelayaran sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap aturan yang berlaku. Ia berharap kegiatan kampanye ini dapat menjadi wadah edukasi dan pembinaan yang efektif bagi masyarakat pesisir.
Sementara itu, Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Dg. Parebba mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam menggelar kampanye ini. Menurutnya, keselamatan pelayaran memiliki kaitan erat dengan stabilitas perekonomian daerah, mengingat sektor perikanan dan perdagangan laut menjadi penopang utama mata pencaharian warga.
Kegiatan kampanye keselamatan pelayaran ini dirangkai dengan sosialisasi peraturan pelayaran, simulasi prosedur darurat, dan pembagian perlengkapan keselamatan kepada nelayan dan awak kapal. Pemerintah berharap, melalui langkah ini, angka kecelakaan laut di wilayah Tolitoli dapat terus ditekan.
Laporan: Fajri








