Bag. 1
Buol Tabenews.com – Walau masih menjadi misteri, banyak teori beredar, Sejarah April Mop salah satunya adalah perubahan kalender di Prancis pada tahun 1582. Saat itu, Prancis meninggalkan kalender Julian dan beralih ke kalender Gregorian. Perubahan ini membuat tahun baru yang sebelumnya dirayakan sekitar 1 April bergeser ke 1 Januari.
Orang-orang yang belum tahu atau menolak perubahan ini tetap merayakan tahun baru di akhir Maret hingga 1 April. Mereka kemudian jadi sasaran lelucon dan disebut sebagai “April Fools Day.” Sehingga 1 April selalu identik dengan April Mop, hari di mana orang-orang bebas mengerjai teman, keluarga, bahkan publik dengan prank atau berita hoaks yang dibuat sebagai lelucon.
Di era digital, prank April Mop semakin berkembang. Brand-brand besar sering menggunakan kesempatan ini untuk meluncurkan produk palsu atau iklan nyeleneh. Meski seru, tetap perlu diingat bahwa tidak semua prank itu menyenangkan. Jangan sampai lelucon malah bikin orang lain rugi atau tersinggung.
April Mop harusnya tetap jadi ajang seru-seruan, bukan ajang menyebarkan hoaks yang merugikan.
“Lantas apa kaitan April Mop & Bupati Buol”?
Melalui sambutannya pada acara Open House Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H/31 Maret 2025, Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM menyampaikan bahwa postrur anggaran APBD tidak mampu membayar gaji PPPK tahap 1 & 2, karna jika pembayaran kepada PPPK dilakukan, maka program strategis yang telah direncanakan sebelumnya tidak akan bisa dilaksanakan.
Tentu hal ini melukai perasaan sebagian orang khususnya PPPK, apalagi jumlah tenaga PPPK yang mengikuti ujian Tahun 2024 sebanyak 1.447 orang yang terdiri dari 1.248 tenaga teknis 113 tenaga guru dan 116 tenaga kesehatan. Walaupun alokasi yang dibutuhkan sebanyak 910 orang. Tentu bukanlah jumlah yang sedikit untuk menjadi sasaran “Prank”.
Hari ini, Bupati Buol kembali menyampaikan pernyataan klarifikasi, dimana APBN “ternyata” telah mengalokasikan pembayaran PPPK melalui DAU Earmark sebesar 21 M pada bulan Mei 2025 nanti. Walau hanya untuk Tahap 1. Bagaimana dengan nasib PPPK Tahap 2? Bupati Buol masih menunggu arahan pusat.
Apakah ini menjadi bagian dari April Mop “Prank?”
Silahkan simpulkan sendiri, yang pasti bahwa Bupati Buol “nyatanya” telah mengetahui dinamika tentang PPPK ini. Selain itu, melalui klarifikasinya, juga terselip kalimat yang menggelitik, bahwa pernyataan 2 hari lalu memang “sengaja” dilempar dengan tujuan untuk memancing agar ulat-ulat itu keluar.
Apa yang menarik dari pernyataan ini dan siapa yang di maksud sebagai ulat-ulat?
Jika merujuk pada pernyataan Bupati Buol tentang adanya pihak yang berkeinginan mencopot Bupati adalah orang-orang yang tidak memilih Bowo-Nasir pada gelaran Pilkada beberapa bulan yang lalu, apakah itu berarti ada 52.381 orang yang menjadi sasaran pernyataan Bupati Buol sebagai pihak yang ingin mencopotnya…..??
Apalagi menurut Bupati Buol terdapat banyak tenaga PPPK yang tidak memilih pasangan Bowo-Nasir kemarin, bahkan telah mengantongi nama-nama tersebut namun telah memaafkan mereka.
Ya, memaafkan “PPPK yang tidak memilih mereka. Bagiamana dengan yang lain…..???
Redaksi : Moh Taufiq Intam
Bersambung….!!!














