Tolitoli, Tabenews.com – Belum usai persoalan dugaan keterlibatan dalam kasus pembuangan bayi di Kabupaten Buol, anggota DPRD Tolitoli dari Partai Bulan Bintang, Rudi Hartono alias “Recing”, kembali menuai sorotan publik.
Kali ini, perbincangan hangat mencuat di grup Facebook “Bukan Tolitoli Bicara Part II”. Senin (5/5/25).
Sebuah unggahan dari akun bernama “SolePatih” memicu gelombang komentar warganet. Dalam postingannya, akun tersebut menuliskan, “Dari sekian banyak anggota DPR, cuma anggota DPR ini yg hebat menurut saya, kerjanya liburan ke klub malam akhir bulan dapat gaji dari rakyat. Memang mantaaapp anggota dewan kita satu ini,” disertai dengan emoji tertawa.
Unggahan itu disertai video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan sosok Rudi Hartono menanggapi santai berbagai komentar dari anggota grup.
Bahkan, dalam kolom komentar, Rudi turut membalas dengan gaya nyeleneh. “Saya bantu kase rame biar pro krn sy suka viral karna sya bagian dari selebgram TikTok yuhuiiii,” tulisnya. Ia juga menambahkan, “Kalau masih butuh video DM saya nnti sy kirimkan Broo,” disertai emoji tertawa.

Respons nyeleneh tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari akun “Elang Merah” yang menyoroti kinerja wakil rakyat secara umum.
“Pertanyaannya…!!! Dari sekian banyaknya anggota DPR yang dapat gaji serta tunjangan puluhan juta/bulan, apa semua sudah yang mereka perbuat untuk mewakili masyarakat…? Setelah mereka duduk di kursi panas itu, apa hasil yang didapatkan masyarakat yang memilih…?”
Kritik juga datang dari salah satu masyarakat Tolitoli, Hernald Loho. Kepada media ini, ia menyayangkan sikap Rudi Hartono yang dinilainya tidak mencerminkan etika seorang wakil rakyat.
“Belum selesai kasus sebelumnya, kini malah kembali mempertontonkan sikap yang mencoreng institusi DPRD. Ini menunjukkan seolah-olah BK dan Pimpinan DPRD Tolitoli tak mampu bertindak tegas terhadap ‘Recing’,” ujarnya.
Hernald menuntut agar Pimpinan DPRD Tolitoli tidak menutup mata terhadap perilaku anggotanya. Ia mendesak agar hasil putusan Badan Kehormatan DPRD Tolitoli segera diparipurnakan dan diumumkan ke publik, serta meminta agar anggota dewan yang tidak menjaga marwah institusi diberikan sanksi tegas.
“DPRD adalah lembaga terhormat. Jangan sampai hanya karena satu oknum, kepercayaan publik luntur. Jika dibiarkan, maka masyarakat akan menilai DPRD Tolitoli tidak serius dalam menjaga integritas lembaganya,” tutup Hernald.
Redaksi









