Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Kumaligon Siap Harumkan Nama Buol dalam Lomba Kelurahan Berprestasi Sulawesi Tengah 2026

12
×

Kumaligon Siap Harumkan Nama Buol dalam Lomba Kelurahan Berprestasi Sulawesi Tengah 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com – Kelurahan Kumaligon, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, menjadi lokasi pelaksanaan Penjaringan dan Penilaian Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (10/6/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 81 Tahun 2015.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Tim penilai dari Provinsi Sulawesi Tengah dipimpin oleh Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tengah, Emy, S.Sos., MM, bersama jajaran tim penilai serta perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemerintah Kabupaten Buol dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Buol, Wahyu Setiabudi, SH., MH. Hadir pula Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantow, Inspektur Kabupaten Buol, Wahida, SE Kadis Kominfo, Dra. Ikhlasiani, MAP unsur Forkopimcam Biau, Tim Penggerak PKK Kabupaten Buol, Ny. Shinta Andriani Ninggsih Kecamatan Biau dan Kelurahan Kumaligon, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta masyarakat setempat.

Kelurahan Kumaligon terpilih mewakili Kabupaten Buol setelah berhasil meraih Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Kabupaten Buol Tahun 2026. Sebagai salah satu kelurahan yang berada di pintu masuk ibu kota Kabupaten Buol, Kumaligon dinilai memiliki potensi besar baik dari aspek penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat maupun pengembangan potensi wilayah.

Dalam laporan profil wilayah yang dipaparkan, Kelurahan Kumaligon memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.877 jiwa yang terdiri dari 985 laki-laki dan 892 perempuan, dengan 516 Kepala Keluarga. 

Pemerintah Kelurahan Kumaligon mengusung visi “Terwujudnya Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan Melalui Koordinasi dan Pelayanan yang Prima dan Profesional Menuju Kelurahan Kumaligon yang Sehat, Sejahtera, Harmonis, Aman, Tertib, Bersih, Sehat, Hijau dan Bernuansa Budaya.”

Visi tersebut dijabarkan dalam berbagai misi, di antaranya meningkatkan koordinasi pemberdayaan masyarakat, memperkuat sinergitas dalam penegakan peraturan perundang-undangan, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan kelurahan, memperkuat pembinaan dan koordinasi kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Ketua Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah, Emy, S.Sos., MM, saat membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa lomba desa dan kelurahan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen evaluasi yang bertujuan mengukur tingkat kemajuan dan perkembangan desa maupun kelurahan.

“Tahun 2026 merupakan tahun ke-9 pelaksanaan penjaringan desa dan kelurahan berprestasi. Melalui evaluasi ini kita dapat melihat sejauh mana kemajuan pembangunan, kemandirian, kesejahteraan masyarakat, serta daya saing desa dan kelurahan dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa desa dan kelurahan merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Karena itu, penguatan kapasitas pemerintahan desa dan kelurahan menjadi sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Eny juga mengungkapkan capaian membanggakan Sulawesi Tengah yang berhasil menempati peringkat pertama regional Sulawesi dalam Evaluasi Perkembangan Desa dengan nilai 85,15. Prestasi tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja sama seluruh pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.

Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Buol, Wahyu Setiabudi, SH., MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kelurahan Kumaligon sebagai wakil Kabupaten Buol pada ajang tingkat provinsi.

“Pemerintah Kabupaten Buol sangat mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan penilaian kelurahan berprestasi ini. Kegiatan ini akan semakin memacu pemerintah kelurahan untuk menggali potensi daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat pembangunan berbasis partisipasi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Kelurahan Kumaligon merupakan salah satu etalase Kabupaten Buol karena berada di jalur utama masuk menuju ibu kota kabupaten. Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki potensi wisata yang perlu terus dikembangkan sebagai daya tarik daerah.

Menurut Wahyu, evaluasi perkembangan kelurahan memiliki nilai strategis karena mampu mendorong terciptanya pemerintahan yang transparan, akuntabel, inovatif, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan digitalisasi pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Hasiati Ponulele, S.K.M.,M.Kes, menekankan pentingnya peran PKK dalam mendukung pembangunan desa dan kelurahan melalui implementasi 10 Program Pokok PKK.

Menurutnya, PKK memiliki kontribusi besar dalam berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Keikutsertaan dalam lomba ini bukan semata-mata untuk meraih juara, tetapi sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan desa dan kelurahan yang maju, mandiri, berdaya saing serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK dan kelompok dasawisma untuk terus menjadi motor penggerak pembangunan keluarga sebagai pondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri dan sejahtera.

Rangkaian penilaian berlangsung melalui pemaparan profil kelurahan, pemeriksaan administrasi, verifikasi lapangan, serta penilaian berbagai inovasi dan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kelurahan Kumaligon bersama masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buol berharap Kelurahan Kumaligon mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama daerah pada ajang Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026.

Dengan mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan kelurahan yang inovatif, tangguh, inklusif dan berkelanjutan.

Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah Lakukan Evaluasi Perkembangan Desa di Lomuli, Tampilkan Berbagai Inovasi dan Capaian Pembangunan

Buol TabeNews.com – Pemerintah Desa Lomuli, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, menerima kunjungan Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Lomuli sejak pukul 09.00 hingga 11.20 WITA tersebut menjadi momentum penting untuk menampilkan berbagai capaian pembangunan, inovasi desa, serta partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan desa.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Vuayo Lripu Koponuku, dan Mars PKK, dilanjutkan dengan pembacaan doa, laporan Kepala Desa Lomuli, sambutan Ketua Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah, sambutan Bupati Buol, serta sesi penilaian dan verifikasi lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Kabupaten Buol Wahyu Setiabudi, SH., MH., Kepala Bidang Penataan Perkembangan Desa Dinas PMD sekaligus Ketua Tim Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Emy, S.Sos., M.M., Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua TP-PKK Kabupaten Buol Ny. Shinta Andriani Ningsih, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol Affandi Wehantow, S.Sos., M.Si., Camat Tiloan Djufri Lamadang, SE., Kepala Desa Lomuli Ulfa, S.Sos., Inspektur Daerah Wahida, SE., unsur TNI-Polri, para kepala desa se-Kecamatan Tiloan, tokoh agama, tokoh perempuan, BPD, masyarakat serta insan pers.

Dalam laporannya, Kepala Desa Lomuli Ulfa, S.Sos. memaparkan berbagai capaian pembangunan desa selama beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa Desa Lomuli merupakan hasil pemekaran dari Desa Air Terang dan Desa Kokobuka yang resmi berdiri pada 13 Maret 2005. Saat ini Desa Lomuli memiliki luas wilayah sekitar 40,28 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 966 jiwa dan 260 kepala keluarga.

Sebagian besar masyarakat atau sekitar 80 persen berprofesi sebagai petani, pekebun dan peternak. Komoditas unggulan desa meliputi jagung, nilam, kelapa sawit dan berbagai jenis sayuran.

“Visi kami adalah menciptakan tata kelola pemerintahan yang amanah, jujur dan bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Karena itu kami terus mendorong reformasi pelayanan publik, penguatan BUMDes, pemberdayaan pemuda, pembangunan infrastruktur dan pengembangan inovasi desa,” ujar Ulfa.

Ia menjelaskan, Desa Lomuli saat ini memiliki berbagai sarana pendukung seperti kantor desa, balai desa, kantor BPD, PAUD/TK, SD, perpustakaan desa, pustu, poskesdes, posyandu, gedung PKK, rumah ibadah, gudang hasil pertanian, tribun dan lapangan desa.

Pada sektor ekonomi, BUMDes Lomuli berperan aktif membantu petani melalui penyediaan fasilitas penyulingan nilam dengan biaya yang terjangkau. Selain itu terdapat puluhan usaha mikro, kios sembako, penggilingan padi, penggilingan jagung, penggilingan nilam, sarang walet, serta agen layanan keuangan yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Berbagai inovasi desa juga terus dikembangkan, di antaranya program penghargaan bagi siswa berprestasi, mahasiswa berprestasi, kader kesehatan, perangkat desa dan kelembagaan desa berprestasi, bantuan rumah tidak layak huni, bantuan jamban keluarga, pengembangan rumah bibit, pemanfaatan bio urin sapi menjadi pupuk organik, pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan tangan, hingga optimalisasi aset desa sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Di hadapan tim penilai, Kepala Desa Lomuli juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil input data pada Sistem Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDESKEL) Kementerian Dalam Negeri, Desa Lomuli saat ini berada pada kategori Cepat Berkembang dengan nilai mencapai 513 poin.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah Emy, S.Sos., M.M. menjelaskan bahwa pelaksanaan evaluasi saat ini telah berbasis data dan aplikasi sehingga proses penilaian lebih objektif dan terukur.

“Tim provinsi hadir bukan untuk mencari kekurangan, tetapi untuk melakukan verifikasi, klarifikasi serta melihat langsung berbagai inovasi, capaian dan praktik-praktik baik yang telah dilakukan desa. Melalui kegiatan ini kita dapat mengidentifikasi keberhasilan sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi desa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa evaluasi perkembangan desa merupakan instrumen penting untuk mengukur keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Dra. Hasiati Ponulele, SKM., M.Kes. mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa tema lomba tahun ini yakni “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” memiliki makna strategis dalam mendorong kemajuan desa sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak terlepas dari peran aktif masyarakat dan kader PKK melalui implementasi 10 Program Pokok PKK, termasuk mendukung program pencegahan stunting, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pengembangan UP2K, penguatan ketahanan pangan keluarga serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Keikutsertaan dalam lomba ini bukan hanya soal meraih prestasi, tetapi merupakan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan desa yang maju, mandiri, berdaya saing dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Buol dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Pembina dan Tim Penilai Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Kabupaten Buol.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan karena kegiatan tersebut mampu memotivasi pemerintah desa untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menggali seluruh potensi daerah yang dimiliki.

“Melalui kegiatan ini diharapkan desa mampu menerapkan pembangunan berbasis kemandirian, inovasi lokal dan digitalisasi. Selain itu, partisipasi masyarakat juga harus terus didorong agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut Bupati, lomba desa memiliki nilai strategis karena mampu menumbuhkan semangat keteladanan, transparansi, akuntabilitas dan daya saing desa dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun pembangunan.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap Desa Lomuli dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Buol pada ajang Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan verifikasi administrasi, peninjauan lapangan, serta penilaian berbagai indikator yang meliputi aspek pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan sesuai ketentuan Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.

Dengan berbagai inovasi yang telah dikembangkan serta dukungan kuat dari pemerintah dan masyarakat, Desa Lomuli optimistis mampu menjadi salah satu desa terbaik di Sulawesi Tengah dan menjadi contoh keberhasilan pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600