Buol, TabeNews.com – Menyikapi pemberitaan sebelumnya terkait peran para tokoh pemekaran Kabupaten Buol, Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM, menunjukkan respons cepat dan tegas dengan menginstruksikan langkah konkret sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang daerah.
Dalam arahannya, Bupati meminta agar segera diagendakan kegiatan silaturahmi antara pimpinan daerah bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendatangi langsung para tokoh pemekaran Kabupaten Buol yang masih hidup.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membuka akses kemudahan berupa dukungan dan bantuan dari Pemerintah Daerah kepada para tokoh tersebut.
“Ayo kita berbakti pada negeri, jangan hanya berjanji tapi tidak dilaksanakan,” tegas Bupati dalam pernyataannya.
Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil diskusi publik yang berlangsung di WhatsApp Grup Kanal Aspirasi Warga Buol sehari sebelumnya, dengan tema “Mengenang Kembali Perjuangan Tokoh Pendiri Kabupaten Buol”.
Diskusi tersebut mengemukakan berbagai gagasan strategis terkait penghormatan terhadap para tokoh pemekaran, termasuk pentingnya perhatian langsung dari pemerintah daerah.
Dalam konteks itu, sejumlah tokoh pendiri Kabupaten Buol yang masih hidup turut menjadi perhatian, di antaranya Hi. Ibrahim Timumun, Syamsudin Salakea, Amran Hi. Rasyid, Syamsudin Intam, serta beberapa tokoh lainnya yang hingga saat ini informasinya masih terus dihimpun oleh media ini.
Respons cepat Bupati Buol tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa langkah ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif, sekaligus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga nilai sejarah dan menghargai jasa para pendahulu.
Kebijakan untuk mempererat silaturahmi serta memberikan perhatian kepada tokoh pemekaran dinilai bukan sekadar bentuk bantuan material, melainkan simbol penghormatan yang lebih tinggi atas pengorbanan dan perjuangan mereka dalam membentuk Kabupaten Buol sebagai daerah otonom.
Pengamat lokal menilai, kebijakan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah daerah dengan para tokoh sejarah, sekaligus memberikan teladan bagi generasi muda tentang pentingnya menghargai jasa para pendahulu.
Langkah yang diambil Bupati Buol ini diharapkan tidak hanya berhenti pada instruksi, tetapi dapat direalisasikan secara berkelanjutan dan terstruktur. Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para tokoh pemekaran dapat terus hidup dan menjadi inspirasi dalam pembangunan daerah.
Sebagai daerah yang lahir dari proses panjang perjuangan, Kabupaten Buol dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk terus merawat ingatan kolektif tersebut, sekaligus menjadikannya sebagai fondasi dalam melangkah menuju masa depan yang lebih maju dan bermartabat.
Redaksi









