Buol TabeNews.com – Kondisi Jembatan Mooyong yang berada di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, hingga kini masih sangat memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut diketahui telah mengalami kerusakan parah dan patah sejak tahun 2022, namun belum mendapatkan penanganan maksimal.
Pantauan di lokasi menunjukkan, jembatan yang menghubungkan sejumlah wilayah produktif itu tidak lagi dapat difungsikan secara normal. Kerusakan ini berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, khususnya dalam mobilitas orang dan distribusi hasil pertanian.
Salah seorang warga Kecamatan Bukal mengungkapkan, masyarakat setempat sangat berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar jembatan tersebut segera dibangun kembali.
“Sejak patah pada tahun 2022, kondisi jembatan ini tidak pernah benar-benar diperbaiki. Kami sangat berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi di lapangan dan segera mengambil langkah nyata,” ungkap warga tersebut, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, Jembatan Mooyong memiliki peran strategis sebagai urat nadi penghubung daerah, terutama wilayah penunjang ketahanan pangan di Kabupaten Buol dan sekitarnya. Rusaknya jembatan ini menyebabkan biaya transportasi meningkat serta memperlambat distribusi hasil pertanian masyarakat.
“Jembatan ini bukan hanya untuk kami di Bukal, tapi juga sangat penting bagi daerah lain. Ini jalur utama pengangkutan hasil pertanian. Kalau dibiarkan terus, tentu sangat merugikan petani dan masyarakat secara umum,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran dan menjadikan pembangunan kembali Jembatan Mooyong sebagai prioritas, mengingat dampaknya yang luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan atau pembangunan kembali jembatan tersebut.
Redaksi : **MP**









