Tolitoli – Pada Kamis sore, 2 Oktober 2025, halaman rumah jabatan Bupati Tolitoli berubah menjadi ruang penerimaan yang penuh kehangatan. Bupati Hi. Amran Hi. Yahya beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Tolitoli menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, S.Sos, M.Si, yang melakukan kunjungan kerja resmi bersama Wakil Gubernur, dr. Reny S. Lamadjido.
Dalam suasana ramah tamah itu, bukan hanya protokoler pemerintahan yang terasa, tetapi juga sentuhan kekeluargaan yang kuat. Gubernur dan rombongan disambut dengan senyum, jabat tangan, dan kehadiran lengkap anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pejabat struktural, hingga tokoh masyarakat setempat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Tolitoli, Ny. Hj. Sriyanti Hi. Amran Yahya, bersama istri Sekretaris Daerah, Ny. Eflin Flora Tambuwun, turut mendampingi acara tersebut. Dengan balutan nuansa budaya lokal, penyambutan ini memberi kesan bahwa kunjungan gubernur bukan sekadar agenda birokrasi, melainkan momentum mempererat ikatan antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Dr. Anwar Hafid tiba dengan rombongan lengkap: seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah turut mendampingi. Kehadiran mereka menandai keseriusan provinsi dalam memperhatikan Tolitoli sebagai bagian strategis dari pembangunan kawasan pesisir utara Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas wilayah. Menurutnya, Sulawesi Tengah tidak bisa berkembang tanpa kontribusi daerah-daerah penyangga seperti Tolitoli yang kaya potensi sumber daya alam dan memiliki letak geografis strategis di jalur perdagangan laut.
Sementara itu, Bupati Amran menekankan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi bagi Pemda Tolitoli untuk mempercepat program pembangunan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah sedang berfokus pada penguatan sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat.
Acara ramah tamah tersebut berlangsung dengan hangat. Para tamu undangan menikmati suasana yang dipenuhi dialog ringan, candaan, serta harapan bersama. Kehadiran pejabat tinggi provinsi ini dianggap sebagai sinyal politik sekaligus dorongan moral bagi aparat di daerah untuk terus bekerja mendukung visi “Tolitoli Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”
Bagi sebagian warga, momen ini menghadirkan optimisme baru. Mereka melihat kunjungan gubernur bukan sekadar simbol, tetapi sebagai tanda nyata bahwa Tolitoli tidak berada di pinggiran, melainkan menjadi bagian penting dari percaturan pembangunan Sulawesi Tengah.
Seiring berjalannya malam, acara ditutup dengan doa bersama dan pesan kebersamaan. Di bawah langit Tolitoli yang tenang, pertemuan itu seakan menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang angka dan proyek, melainkan juga tentang menjalin kedekatan, rasa saling percaya, dan komitmen bersama untuk membangun masa depan daerah.








