TABENEWS.COM, TOLITOLI – Kabar membanggakan datang dari Desa Sandana, Kecamatan Galang. Desa ini menjadi satu-satunya penerima Bantuan Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah tahun ini. Bantuan senilai Rp20 juta itu diberikan khusus untuk Karang Taruna Desa Sandana sebagai dukungan pengembangan usaha produktif pemuda.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Sosial. Acara berlangsung di balai desa dengan suasana penuh antusiasme dari warga dan pengurus Karang Taruna.
Bantuan tersebut diterima secara resmi oleh Kepala Desa Sandana, Sopyan Jalal, yang menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi dan daerah terhadap kemajuan desa. Ia menegaskan, bantuan ini akan digunakan secara tepat sasaran untuk menciptakan peluang usaha dan menggerakkan ekonomi desa.
Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan dalam sambutannya mengatakan, Desa Sandana patut berbangga karena terpilih di antara desa-desa lain di Kabupaten Tolitoli. Ia menilai Karang Taruna di desa ini memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Kami ingin bantuan ini menjadi modal awal bagi pemuda Desa Sandana untuk berinovasi, menciptakan lapangan kerja, dan membangun usaha yang berkelanjutan. Gunakan dengan penuh tanggung jawab,” pesan Wabup.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli juga mengapresiasi langkah Dinas Sosial Provinsi dalam menyalurkan bantuan yang tepat sasaran. Menurutnya, program UEP-KUBE ini sangat bermanfaat untuk memperkuat ekonomi desa, terutama di kalangan generasi muda.
Karang Taruna Desa Sandana berencana memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan usaha kecil berbasis potensi lokal, seperti pengolahan hasil pertanian dan perikanan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat rasa gotong royong antarwarga.
Dengan dukungan semua pihak, Desa Sandana optimis dapat menjadi contoh desa mandiri yang mampu mengelola bantuan secara efektif. Harapannya, langkah ini akan menjadi awal kebangkitan ekonomi desa sekaligus membuka jalan menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.
Laporan: fajri








