TOLITOLI, Tabenews.com.– Sejarah mesin kopi modern tak lepas dari nama Angelo Moriondo, penemu asal Italia yang mematenkan mesin espresso pertama pada 1884. Mesinnya menggabungkan uap dan air mendidih untuk menyeduh kopi. Kini, teknologi itu berkembang menjadi berbagai merek ternama, termasuk “Nuova Simonelli” buatan Italia, yang mampu menghasilkan dua cangkir kopi dalam sekali proses.
Mengadopsi teknologi tersebut, Warkop Kenangan yang berlokasi di Jalan Hasanudin, Tolitoli, baru saja menambah peralatan anyar berupa mesin espresso modern demi memanjakan para pelanggannya.
Saat ditemui di kedainya, Kamis (14/8/2025) pukul 14.00 WITA, pemilik Warkop Kenangan, Roizha, mengaku mesin itu dibeli dengan harga yang cukup fantastis. “Harganya kurang lebih 100 jutaan,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Roizha, investasi besar ini dilakukan bukan semata untuk gaya, melainkan demi meningkatkan kualitas dan cita rasa kopi yang disajikan. Dengan mesin tersebut, barista dapat menghasilkan kopi yang konsisten, aromatik, dan sesuai standar internasional.
Tak hanya kopi, Warkop Kenangan sejak awal berdiri mengusung konsep menyajikan makanan sehat dan natural. Seluruh menu bebas dari bahan kimia tambahan, menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang peduli pada kesehatan.
Kualitas sajian ini didukung oleh kehadiran seorang chef berpengalaman yang pernah bekerja di salah satu restoran ternama di Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini membuat cita rasa hidangan di Warkop Kenangan memiliki sentuhan kelas internasional.
Kedai ini pun kerap menjadi pilihan para pejabat daerah dan tamu penting yang ingin menikmati suasana santai dengan sajian berkualitas. Tidak sedikit pelanggan yang memuji racikan kopi di sini dengan istilah “Mama Mia lezato so”, mengisyaratkan kenikmatan rasa ala Italia.
Dengan tambahan mesin espresso seharga ratusan juta ini, Roizha optimistis Warkop Kenangan akan semakin diminati. Ia berharap inovasi ini dapat mempertahankan reputasi kedainya sebagai tempat ngopi dengan rasa bintang lima di Tolitoli.
Seperti kata pepatah Italia, La vita è troppo breve per bere caffè cattivo – hidup terlalu singkat untuk minum kopi yang buruk. Warkop Kenangan tampaknya benar-benar memegang prinsip itu.
Laporan: armen djaru








