TABEnews TOLITOLI – Dalam upaya memperkuat literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda, PT Pegadaian Cabang Tolitoli bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah dan Bank BPD Sulteng menggelar kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan yang berlangsung di Aula Hotel Bumi Harapan, Rabu (18/6/2025).
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Tolitoli melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Dzikron, SH., M.Si ini mengusung semangat kolaboratif untuk melawan kebutaan finansial dan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif mulia ini. Ia menegaskan pentingnya edukasi keuangan di tengah maraknya praktik pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang telah menjerat banyak masyarakat, terutama di daerah.
“Literasi keuangan bukan hanya soal paham menabung atau meminjam. Ini tentang kemampuan melindungi diri dari jebakan keuangan yang merugikan. Di era digital ini, masyarakat kita butuh pemahaman yang lebih dalam,” ujar Dzikron membacakan sambutan Bupati.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi dari Peraturan OJK Nomor 76/POJK.07/2016 yang mewajibkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan sebagai agenda strategis nasional. Tujuannya, agar masyarakat semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam menggunakan layanan jasa keuangan secara bertanggung jawab.
Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa Universitas Madako Tolitoli ini menghadirkan berbagai narasumber dari instansi keuangan terkemuka. Hadir pula para pimpinan lembaga pendidikan tinggi, pimpinan PT Pegadaian Tolitoli, perwakilan OJK, Bank BPD Sulteng, hingga perwakilan LPP RRI Tolitoli.
Semangat kolaboratif terlihat kuat dalam acara ini. Para peserta antusias menyerap materi seputar cara membedakan investasi legal dan bodong, memahami bunga pinjaman, hingga tips mengatur keuangan pribadi sejak dini.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari gerakan edukatif berkelanjutan. Semua pihak harus terlibat: pemerintah, pelaku industri keuangan, kampus, dan masyarakat,” tambah Bupati dalam harapannya.
Dengan semangat literasi yang mulai digelorakan di Tolitoli, diharapkan ke depan generasi muda tak lagi mudah terjebak dalam jerat finansial yang berujung petaka, melainkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bijak dalam keuangan.








