TABENews, TOLITOLI — Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025, Polres Tolitoli melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengemudi ojek daring (ojol) yang beroperasi di wilayah dalam kota Tolitoli. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (14/6/2025).
“Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 tahun 2025,” ungkap Kasi Humas Polres Tolitoli, IPTU Budi Atmojho, kepada media.
Kasidokkes Polres Tolitoli, Penata Syamsuriyani A.Md, Kep, bersama dokter mitra Dokkes Polres Tolitoli, dr. Ardyiasyah, dan personel Dokkes Polres Tolitoli, secara langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para pengemudi ojol. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, suhu badan, saturasi oksigen (SpO2), respirasi, tinggi badan, dan berat badan. Selain itu, para pengemudi ojol juga diperiksa kadar gula darah, asam urat, kolesterol, serta dilakukan skrining kesehatan lainnya.
“Total ada 45 orang pengemudi ojol yang mengikuti pemeriksaan kesehatan ini,” tambah IPTU Budi Atmojho.
Lebih lanjut, IPTU Budi Atmojho menjelaskan bahwa selain pemeriksaan kesehatan, pihak Dokkes Polres Tolitoli juga memberikan edukasi kesehatan kepada para pengemudi ojol. Mereka diberi pemahaman tentang pentingnya menjaga pola makan, menjaga berat badan ideal, menghindari stres, cukup istirahat, rutin mengonsumsi obat bagi yang menderita hipertensi, serta melakukan kontrol kesehatan secara berkala.
“Para pengemudi ojol juga diingatkan pentingnya mengonsumsi air putih minimal dua liter per hari, rutin berolahraga, dan menjaga waktu tidur yang cukup, yakni delapan jam sehari,” pesan IPTU Budi Atmojho.
Sebagaimana diketahui, Seksi Dokkes Polres Tolitoli pernah meraih penghargaan dari Menteri Kesehatan RI di masa kepemimpinan Kapolres Tolitoli saat itu, AKBP Bambang Herkamto, SH, atas dedikasinya dalam bidang pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengemudi ojol dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, mengingat profesi mereka yang cukup berisiko dan menuntut stamina prima dalam bekerja setiap hari.
(Armen Djaru)








