Menumbuhkan Kembali Budaya Kerja Sama di Tengah Masyarakat
TOLITOLI, (TABENews) – Suasana berbeda tampak di Desa Anggasan, Kabupaten Tolitoli, pada pagi itu. Jika biasanya warga beraktivitas ke kebun atau melaut, kali ini mereka berkumpul di balai desa dan sekitar lingkungan permukiman. Desa Anggasan mendapat kunjungan dari tim penilai lomba desa tingkat kabupaten, sebuah momen yang disambut antusias oleh masyarakat.
Kedatangan tim penilai yang dipimpin oleh Syamsu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tolitoli, bersama jajaran tim Penggerak PKK, disambut dengan tarian adat dan suguhan khas desa. Para warga tampak kompak mengenakan pakaian seragam dan memamerkan berbagai hasil kerja bakti yang mereka lakukan dalam sepekan terakhir.
“Kami sangat bangga bisa menjadi peserta dalam lomba desa ini. Kami bergotong royong membenahi lingkungan, mempercantik taman, membersihkan jalan, dan memperkuat kelembagaan desa,” ujar Kepala Desa Anggasan, Abdul Halim, saat menyambut tim penilai.
Lomba desa tingkat kabupaten ini merupakan agenda tahunan yang digelar untuk menilai perkembangan dan kemajuan desa dari berbagai aspek, mulai dari pemerintahan, kewilayahan, hingga kemasyarakatan. Salah satu indikator penting adalah partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan desa, termasuk budaya gotong royong.
Masyarakat Desa Anggasan pun menyambut momen ini sebagai kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan mereka. Beberapa warga bahkan menyumbangkan bahan bangunan, cat, dan tenaga secara sukarela demi menyukseskan persiapan lomba.
“Bukan soal menang atau kalah. Yang paling penting kami semua jadi sadar pentingnya kerja sama. Sudah lama tidak ada kerja bakti seperti dulu. Tapi karena ada lomba ini, semangat gotong royong itu mulai hidup lagi,” kata Fatimah, salah seorang ibu rumah tangga.
Syamsu, ketua tim penilai, mengapresiasi kekompakan warga dan kesiapan Desa Anggasan. Ia menekankan bahwa selain aspek fisik, penilaian juga mencakup keberlanjutan program, partisipasi masyarakat, dan inovasi desa.
“Kami senang melihat antusiasme masyarakat. Semoga semangat ini bisa terus dijaga, bukan hanya karena lomba, tetapi menjadi bagian dari keseharian warga desa,” ujar Syamsu.
Warga Desa Anggasan pun berharap kerja keras mereka membuahkan hasil yang baik. Namun di luar itu, mereka merasa telah mendapat manfaat yang lebih besar: tumbuhnya kembali rasa persatuan dan semangat gotong royong yang sempat memudar.








