TABEnews PALU, – Setelah mengalami gangguan serius akibat banjir yang merendam kawasan Bambuan, Ogomatanang, dan Lampasio di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, akhirnya ada kabar baik untuk para pengendara jalan nasional Trans Sulawesi. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Dadi Muradi, ST, MT, memberikan penjelasan langsung tentang langkah-langkah yang telah diambil untuk mengatasi banjir yang menyebabkan macet panjang dan memaksa warga untuk menggendong motor mereka dengan tarif yang cukup mahal.
Dalam keterangan yang diberikan Selasa (4/2) di Palu, Dadi Muradi memastikan bahwa BPJN Sulteng telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penimbunan jalan menggunakan tanah untuk memperlancar arus kendaraan yang sebelumnya terhambat oleh genangan banjir. “Alhamdulillah, saat ini arus kendaraan sudah kembali lancar. Kami segera bergerak untuk menangani masalah ini, dan penimbunan telah berhasil mengatasi banjir yang sempat mengganggu,” ungkap Dadi Muradi.
Kendati kondisi tersebut sempat menghebohkan, dengan warga yang terpaksa menawarkan jasa “menggendong” motor dengan tarif Rp15.000 hingga Rp20.000, BPJN Sulteng memastikan bahwa tindakan darurat telah dilakukan untuk memulihkan akses jalan nasional yang menjadi jalur vital penghubung antar daerah. Kecepatan respons BPJN ini dianggap sebagai langkah penting untuk mengurangi kesulitan yang dialami oleh pengendara yang melintasi wilayah tersebut.
Dadi Muradi juga menekankan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi jalan dan memperbaiki infrastruktur agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kami tidak hanya fokus pada penanganan banjir saat ini, tapi juga pada penyelesaian proyek peningkatan jalan yang sedang berlangsung. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, meski tantangan cuaca menjadi salah satu faktor yang kami hadapi,” tegasnya.
Meski langkah cepat telah diambil, warga sekitar masih berharap agar proyek peningkatan jalan yang tertunda bisa segera selesai. Beberapa pengendara mengungkapkan rasa kecewa atas ketidakpastian proyek yang sudah berlangsung dua tahun tersebut. Namun, dengan adanya respons dari BPJN Sulteng, mereka mengungkapkan harapan bahwa perbaikan jalan akan segera tuntas, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Dengan demikian, warga Tolitoli kini bisa bernafas lega setelah gangguan panjang yang disebabkan oleh banjir. Arus kendaraan yang lancar menjadi langkah awal yang baik untuk melanjutkan proyek perbaikan jalan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.@son









