tolitoli

Peristiwa Penutupan Jalan, akhir keluarga di Panas akan bangun Jembatan Darurat

440
×

Peristiwa Penutupan Jalan, akhir keluarga di Panas akan bangun Jembatan Darurat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Advertising
banner 325x300
Advertising

TABEnews — Peristiwa penutupan akses jalan oleh pemilik kos-kosan di Jalan Tadulako II, Kelurahan Panasakan Baolan, kembali mencuat setelah sebelumnya sempat menjadi perhatian publik. Penutupan ini terjadi setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap tersangka RD, yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba jenis shabu. Orang tua RD menuduh bahwa penangkapan putranya terjadi akibat laporan salah satu tetangga yang berada tepat di belakang kos-kosan miliknya.

Pemilik kos-kosan yang merasa tidak terima, memutuskan untuk menutup akses jalan menuju tiga rumah yang ada di lorong tersebut. Lorong yang di tembok ini merupakan satu-satunya jalan bagi warga untuk menuju jalan besar. Meskipun sudah diupayakan mediasi oleh Lurah Panasakan, belum ditemukan solusi yang memuaskan bagi kedua belah pihak. Pemilik kos-kosan tetap bersikukuh dengan keputusannya untuk menutup jalan tersebut.

“Saya tidak bisa melarang Pak IYD membangun tembok di depan kos-kosan karena bagaimanapun itu merupakan haknya, namun kami sudah melakukan mediasi di kantor kelurahan bersama Bhabinkamtibmas dan tiga orang lainnya,” jelas Lurah Panasakan Baolan pada saat itu.

Akibat penutupan jalan tersebut, keluarga yatim yang terdiri dari kakak beradik ini terpaksa mengumpulkan uang untuk membeli kayu demi membangun jembatan darurat. Jembatan ini dibangun agar mereka bisa keluar masuk dari dan menuju rumah mereka ke jalan besar sepanjang 15 meter.

“Saya dan kakak kumpulkan uang untuk beli kayu,” kata Fathur, seorang pemuda berusia 20 tahun. Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Novi, kakak perempuannya.

Kasihan mama kalau mau keluar harus memanjat tembok jika akan keluar menuju jalan raya, tambah Novi kepada media ini pada Rabu (3/7/2024).

Diketahui bahwa pada tanggal 1 Maret 2024, tepat hari Jumat, RD ditangkap oleh BNN karena dugaan kepemilikan shabu. RD adalah anak kandung dari IYM dan saat ini RD sedang menjalani proses hukum di BNN Sulteng. IYM menuduh salah seorang anak tetangganya yang melaporkan putranya kepada BNN.

Lurah Panasakan saat dikonfirmasi membenarkan adanya rencana pembangunan tembok yang menghalangi lorong keluar masuk bagi tiga rumah yang ada di Jalan Tadulako II. “Lurah Panasakan sudah menjelaskan saat itu, namun tidak mampu memediasi kisruh ini,” ujarnya.

Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi keluarga yatim tersebut yang harus mencari solusi sendiri untuk tetap bisa beraktivitas sehari-hari. Mereka berharap ada bantuan dari pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih manusiawi dan adil bagi semua pihak yang terlibat.***(adj) 

Example 468x60
Example 120x600