bolakaki

Wasit Dinilai Tidak Netral, Laga Bahari Kumaligon vs KTM Tiloan Diprotes Keras, Ketua Komite Diminta Bertanggung Jawab

352
×

Wasit Dinilai Tidak Netral, Laga Bahari Kumaligon vs KTM Tiloan Diprotes Keras, Ketua Komite Diminta Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com — Turnamen sepak bola Bupati Cup Kabupaten Buol kembali menjadi sorotan publik. Pertandingan antara Bahari Kumaligon melawan KTM Tiloan menuai protes keras setelah official Bahari Kumaligon menilai kepemimpinan wasit tidak netral dan mencederai prinsip keadilan serta sportivitas di lapangan.

Laga yang berlangsung dalam atmosfer kompetitif tersebut berubah panas ketika sejumlah keputusan wasit dianggap merugikan Bahari Kumaligon. Official tim menilai wasit secara terang-terangan mengabaikan berbagai pelanggaran yang dilakukan pemain KTM Tiloan, meski terjadi jelas di depan mata.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Menurut pihak Bahari Kumaligon, sikap wasit tersebut bukan lagi sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk ketidakprofesionalan yang berpotensi merusak integritas kompetisi.

“Pelanggaran terjadi di depan mata, tetapi dibiarkan. Ini bukan kesalahan kecil. Ini mencederai keadilan dan merusak kepercayaan terhadap kompetisi,” tegas salah satu official Bahari Kumaligon, Senin (12/01/2026).

Atas insiden tersebut, pihak Bahari Kumaligon secara terbuka menuntut pertanggungjawaban Ketua Komite Penyelenggara Bupati Cup, yang dinilai gagal memastikan pertandingan berjalan secara jujur, adil, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Mereka menegaskan bahwa kejadian ini sangat bertolak belakang dengan semangat sepak bola yang selama ini digaungkan oleh Bupati Buol, yakni menjadikan olahraga sebagai sarana pembinaan karakter, mempererat persatuan, serta menghadirkan kompetisi yang sehat dan bermartabat.

“Jika wasit dibiarkan bertindak tidak sportif dan komite memilih diam, maka jargon sportivitas hanya akan menjadi slogan kosong,” lanjut official tersebut.

Bahari Kumaligon mendesak agar panitia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat pertandingan, termasuk wasit dan pengawas laga. Mereka juga meminta sanksi tegas dijatuhkan apabila ditemukan pelanggaran terhadap kode etik perwasitan.

Menurut mereka, tanpa langkah konkret dan transparan dari penyelenggara, sepak bola daerah hanya akan terus diwarnai konflik, kekecewaan, serta hilangnya kepercayaan publik terhadap turnamen resmi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia dan ketua komite penyelenggara Bupati Cup belum memberikan keterangan resmi terkait protes tersebut.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600