Buol–Gorontalo Utara, TabeNews.com — Masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan antara Kabupaten Buol (Sulawesi Tengah) dan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorontalo) kembali menyuarakan keresahan mereka akibat kondisi jalan rusak yang menjadi satu-satunya akses utama menuju Desa Umu.
Ruas jalan tersebut setiap hari dilalui oleh ratusan warga, termasuk para guru, pegawai puskesmas, petani, serta masyarakat dari Kecamatan Paleleh dan Kecamatan Tolinggula.
Namun kerusakan yang semakin parah membuat mobilitas warga terganggu dan membahayakan keselamatan.
Bagi masyarakat Desa Umu, jalan ini merupakan urat nadi transportasi untuk aktivitas pendidikan, kesehatan, serta distribusi kebutuhan bahan pokok.
Kondisi yang berlubang, licin, dan beberapa titik yang nyaris tidak bisa dilewati membuat warga khawatir saat musim hujan karena risiko longsor dan kendaraan terperosok.
“Masyarakat menggunakan jalan ini setiap hari. Ini satu-satunya akses keluar masuk desa. Kami sangat resah karena kondisinya semakin parah,” ungkap sejumlah warga Umu.
Keresahan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Umu yang berada di wilayah Kabupaten Buol, tetapi juga warga Dusun Langge (Desa Tolite Jaya) dan Dusun Polahu’a (Desa Tolinggula Pantai) yang berada di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.
Kedua kelompok masyarakat di dua kabupaten tersebut memiliki harapan yang sama: pemerintah daerah masing-masing dapat bersinergi untuk menemukan solusi bersama.
Masyarakat Desa Umu berharap kepada Pemkab Buol untuk memperhatikan dan memperbaiki akses jalan yang menjadi kebutuhan vital warga perbatasan.
Sementara masyarakat Dusun Langge dan Polahu’a berharap kepada Pemkab Gorontalo Utara untuk melakukan langkah serupa di bagian jalan yang menjadi tanggung jawab mereka.
“Ini bukan sekadar jalan biasa, tetapi akses utama bagi masyarakat dua kabupaten. Kami meminta adanya kerja sama antara Pemkab Buol dan Pemkab Gorut untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar tokoh masyarakat setempat.
Warga percaya bahwa penyelesaian permasalahan jalan perbatasan membutuhkan komunikasi yang kuat dan sinergi antardaerah, mengingat ruas jalan tersebut berada pada titik yang berbatasan langsung antara Buol dan Gorontalo Utara.
Selain memperlancar aktivitas masyarakat, perbaikan jalan juga dianggap penting untuk mendukung pelayanan pendidikan, kesehatan, serta perekonomian lokal.
“Jika kedua pemda bekerja sama, jalan ini bisa segera diperbaiki. Kami menunggu langkah nyata, bukan hanya janji,” tambah warga lainnya.
Keresahan masyarakat dua kabupaten ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan membutuhkan perhatian khusus dan komitmen bersama.
Warga berharap pemerintah daerah segera bergerak cepat agar akses vital yang mereka andalkan tidak semakin memburuk.
Redaksi










