Buol, TabeNews.com – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Tamit. Sejumlah warga terlihat mendatangi rumah Kepala Desa Tamit, Ramli K. Sulu, untuk bersilaturahmi dalam tradisi halal bihalal yang rutin dilakukan setiap tahun usai pelaksanaan salat Idul Fitri.
Kunjungan warga ke rumah kepala desa tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Masyarakat datang secara bergantian untuk bersalaman, saling memaafkan, serta mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga.
Kepala Desa Tamit, Ramli K. Sulu, menyampaikan bahwa momen Idul Fitri merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperkuat tali silaturahmi serta menjaga persatuan di tengah masyarakat.
“Hari Raya Idul Fitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan kekeluargaan. Saya sangat bersyukur karena masyarakat Desa Tamit selalu menjaga kebersamaan dan datang bersilaturahmi di rumah kami. Ini menjadi tanda bahwa hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat tetap harmonis,” ujar Ramli K. Sulu. Pada media Minggu (22/3/26).
Ia juga berharap tradisi silaturahmi seperti ini terus dipertahankan karena menjadi bagian dari budaya yang memperkuat rasa persaudaraan di desa.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Tamit mengatakan bahwa kebiasaan mengunjungi rumah kepala desa saat Idul Fitri sudah menjadi tradisi turun-temurun yang memiliki makna penting bagi warga.
“Kami sebagai masyarakat merasa senang bisa bersilaturahmi langsung dengan kepala desa. Momen Idul Fitri seperti ini membuat hubungan semakin dekat, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan masyarakat. Semua berkumpul dalam suasana kekeluargaan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin di hari raya diharapkan dapat terus membawa kedamaian dan kekompakan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Tamit.
Dengan suasana penuh keakraban, silaturahmi Idul Fitri di Desa Tamit menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih sangat kuat terjaga di tengah masyarakat.
Tradisi ini diharapkan terus berlangsung sebagai wujud persatuan antara pemerintah desa dan seluruh warga.
Redaksi










