paluSulteng

Wamenag: kerukunan menjadi perhatian serius pemerintah

210
×

Wamenag: kerukunan menjadi perhatian serius pemerintah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rakornas I Departemen Diakonia Majelis Pusat GPdI, Berikut Harapan Gubernur

Palu , Tabenews.com.– Statement Gubernur H.Rusdy Mastura bahwa Sulawesi Tengah menjadi pusat perhatian dunia bahkan Indonesia nampaknya bukan isapan jempol belaka.

Faktanya, kali ini Sulawesi Tengah dipercayakan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional I Departemen Diakonia Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia, pada, (15/3)rabu. Bertempat diruangan Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Agama Dr.Zainut Tauhid Sa’adi dan dihadiri Ketum Majelis Pusat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dr.Nilam Sari Lawira, Unsur Forkopimda, Wali Kota Palu H.Hadiyanto Rasyid,SE, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah dan FKUB Provinsi Sulawesi Tengah.

Kesempatan itu, Wakil Menteri Agama Dr.Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan kehadiran gereja di dunia secara umum atau di Indonesia secara khusus jelas memiliki tujuan ilahi.

Gereja memiliki mandat ilahi yang luhur dan mulia, untuk menjadi penerang yang menyinari kegelapan kehidupan umat manusia.

Dan Gereja memiliki tanggung jawab ilahi yang harus dilaksanakan dalam menebarkan kasih sayang dan persaudaraan bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Gereja juga sebagai kesatuan umat Kristiani tidak bisa dilepaskan dari jati diri keberadaannya untuk mewartakan kerajaan Tuhan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembaharuan relasi-relasi sosial berdasarkan ajaran gereja selalu menjadi kekuatan dalam usaha membangun solidaritas, keadilan, dan kesejahteraan bagi umat manusia.

Umat Kristiani secara khusus juga dipanggil dalam tugas menjadi bagian masyarakat untuk memelihara dan merawat relasi sosial sehingga perdamaian, kerukunan dan keamanan dalam masyarakat terjaga. Masyarakat yang damai dan saling peduli merupakan kondisi lingkungan yang diperlukan untuk membangun solidaritas, keadilan, kesejahteraan, dan persaudaraan sejati.

Dengan Terwujudnya persaudaraan sejati adalah impian semua orang. Bahkan inti pesan yang terkandung dalam nilai-nilai Kristiani kaitannya dengan hubungan antar umat manusia adalah demi terwujudnya persaudaraan sejati. Yesus memberikan diri-Nya sebagai saudara bagi semua orang.

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:13).”

Kerukunan antarumat beragama senantiasa menjadi perhatian serius pemerintah. Sebagai bangsa yang memiliki keragaman budaya, etnis, suku, bahasa hingga agama, sesungguhnya hal tersebut memiliki dua makna : bisa menjadi unsur perekat persatuan dan juga bisa menjadi pemicu perpecahan. Ada banyak cerita dimana berbagai perbedaan menjadi pemicu lahirnya konflik, baik interen umat beragama maupun antarumat beragama.

Bagi bangsa Indonesia, seharusnya perbedaan bukanlah sebuah alasan untuk kita tidak bersatu. Sejak zaman kemerdekaan, berbagai paham dan agama bersatu padu memperjuangkan kemerdekaan tanah air dari tangan para penjajah. Tidak ada diskriminasi atas dasar agama dan keyakinan. Bahkan semua perbedaan itu justru semakin memperkuat rasa persaudaraan dalam mewujudkan negeri yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dalam rancangan pembangunan bidang agama, pemerintah sangat membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mewujudkannya. Pemerintah tentu tidak mungkin berjalan sendiri dalam melakukan pembangunan nasional. Keterlibatan aktif masyarakat adalah syarat penting bagi keberlangsungan pembangunan. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi sebuah keharusan. Peran gereja menjadi sangat strategis posisinya dalam pembangunan bidang agama, sosial, pendidikan, kesehatan dan pengembangan masyarakat.

Olehnya itu, Dalam perjalanan sejarah bangsa, gereja telah berperan besar dalam pembangunan di berbagai bidang. Tentu hal ini merupakan bagian kontribusi besar masyarakat kepada bangsa ini. Dengan berbagai program pelayanannya, gereja menjadi sangat efektif langkahnya dalam mengisi pembangunan nasional.
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kehadirannya sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) telah mengambil peran yang luas dalam berbagai program pembangunan sejak dahulu. Baik program pelayanan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup maupun pengembangan masyarakat atau program diakonia. Dengan program pelayanan Diakonia tersebut, GPdI tentu sangat diharapkan perannya yang lebih besar lagi dalam mewujudkan tata kehidupan bangsa yang lebih baik, adil, makmur dan sejahtera.

Dalam konteks kerukunan umat beragama, Bapak Menteri Agama telah mencanangakan tahun 2023 sebagai Tahun Kerukunan Umat Beragama. Hal tersebut karena mencermati gejolak sosial dan politik kedepan yang mengkhawatirkan dapat mengganggu kerukunan umat beragama. Untuk hal tersebut saya mengajak Gereja GPdI untuk melibatkan diri lebih intens dalam mendukung program kerukunan umat beragama tersebut.

Hal ini dikarenakan faktor kerukunan adalah syarat utama untuk menjaga keberagaman agar tetap rukun, damai dan harmonis. Dengan pengalaman serta program pelayanan yang dimiliki Gereja Pantekosta di Indonesia (GDdI).

Ia pun yakin PGdI mampu melaksanakan tugas mulia ini. Menerapkan sikap toleransi dan tenggang rasa, mempererat tali silaturahmi dengan melaksanakan sejumlah kegiatan bersama-sama (gotong royong, kerja bakti), mengedapankan musyawarah dan senantiasa berpikiran positif dan tidak mudah terprovokasi oleh bujukan politik praktis yang bertujuan mengoyak persaudaraan dan kerukunan umat beragama.

Sementara, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Plt Karo Hukum Adiman,SH,M.Si mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas mandat yang diberikan sebagai tuan rumah rakornas tersebut, dengan harapan semoga hasil-hasilnya nanti memberi spirit dan pencerahan agar unsur GPdI terus berkarya tanpa henti melalui pelayanan gereja atau dikenal diakonia, sebagai salah satu dari trilogi tugas gereja yang diemban GPdI.

Melalui Plt. Karo Hukum, Gubernur H.Rusdy Mastura menitipkan beberapa harapan, diantaranya :

1 Semoga momentum ini dapat dimanfaatkan bagi pesertanya untuk memberi sumbang saran terbaik dalam penyusunan program-program diakonia yang kelak dapat meningkatkan mental spiritual dan kualitas sosial umat kristen pantekosta,

2. Sulawesi Tengah adalah daerah yang majemuk, dan merupakan miniatur Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. Olehnya Beliau berharap semoga GPdI dapat berperan sentral sebagai mitra pemerintah daerah dalam pemantapan sikap dan perilaku hidup moderasi, sehingga umat kristen pantekosta dapat melebur dalam damai dan hidup rukun di tengah-tengah kemajemukan,

3. Masalah-masalah seperti kemiskinan, stunting, dan pengangguran terbuka, merupakan beberapa isu pembangunan yang saat ini jadi fokus pemerintah daerah untuk secepat mungkin dientaskan. olehnya sangat diharapkan sinergitas dan komitmen gereja pantekosta untuk membersamai dan membantu pemerintah daerah dalam penanganan masalah-masalah tadi.

*Biro Adm Pimpinan*// *Mardi*
Example 468x60
banner 325x300
Example 120x600