Palu, TabeNews.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhamad A. Singara, mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, H. Fimanzah, serta Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah dalam kegiatan pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah daerah terkait peningkatan kualitas pembelajaran. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Best Western, Palu, Senin (13/4/2026).
Rakor ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah, khususnya dalam pemanfaatan rapor pendidikan sebagai instrumen evaluasi pembelajaran di satuan pendidikan.
Di tengah masih rendahnya tingkat partisipasi sekolah dalam memanfaatkan rapor pendidikan, Kabupaten Buol justru tampil sebagai salah satu daerah yang menunjukkan praktik baik dalam budaya evaluasi pembelajaran.
Berdasarkan pemaparan Tim Kerja BPMP Provinsi Sulawesi Tengah, Buol tercatat menempati peringkat kedua dalam indikator kepedulian terhadap hasil kinerja pendidikan.
Ketua Tim Kerja BPMP Sulteng, Abu Hasan, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa secara umum partisipasi sekolah di Sulawesi Tengah dalam mengakses rapor pendidikan masih tergolong rendah.
“Jumlah sekolah yang sudah login untuk melihat rapor pendidikan masih sangat sedikit. Bahkan, lebih dari seribu sekolah belum mengaksesnya,” ujarnya.
Meski demikian, Kabupaten Buol bersama Kota Palu dinilai lebih responsif dibandingkan daerah lain. Sekolah-sekolah di kedua wilayah tersebut relatif lebih aktif dalam mengakses serta memanfaatkan data rapor pendidikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan mutu pembelajaran.
Menurut Abu Hasan, sikap proaktif tersebut menjadi indikator penting dalam membangun budaya perbaikan berkelanjutan di sektor pendidikan.
“Penilaian ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kepedulian terhadap perbaikan kinerja. Sekolah yang mau melihat hasil kerjanya berarti memiliki kesadaran untuk terus berkembang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa rapor pendidikan yang telah dirilis sejak minggu kedua Maret seharusnya menjadi rujukan utama bagi sekolah untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhamad A. Singara, menegaskan bahwa capaian tersebut akan dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong sekolah-sekolah agar lebih aktif melakukan evaluasi berbasis data. Ini penting agar perbaikan yang dilakukan benar-benar terarah dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan capaian ini, Kabupaten Buol diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun budaya evaluasi pendidikan yang kuat dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Redaksi









