Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Gorontalo

“Tunjukkan Bukti!” Arya Sahrain Tantang Fajri soal Dugaan Oknum Polisi Bermain Batu Hitam

195
×

“Tunjukkan Bukti!” Arya Sahrain Tantang Fajri soal Dugaan Oknum Polisi Bermain Batu Hitam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.Com — Menanggapi pernyataan Fajri Langgene yang menuding adanya oknum polisi berinisial “N” terlibat dalam fasilitasi pengiriman batu hitam, Arya Sahrain meminta Fajri untuk membuka secara terang seluruh bukti yang ia klaim miliki.

Arya menegaskan bahwa tuduhan sebesar itu tidak dapat hanya disampaikan melalui narasi di media tanpa dasar yang dapat diuji. Ia meminta Fajri menunjukkan dokumen, rekaman, kronologi, atau data pendukung lainnya yang menguatkan pernyataannya.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Saya menantang Fajri untuk membuka semua bukti yang ia pegang. Publik berhak melihat faktanya, bukan hanya mendengar tuduhannya,” kata Arya dalam keterangannya.

Arya juga mempertanyakan sejauh mana Fajri benar-benar terjun langsung dalam mengawal isu batu hitam. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui apakah pernyataan yang disampaikan Fajri berasal dari pengamatan langsung atau hanya dari laporan-laporan sekunder.

“Kalau memang dia turun langsung ke lapangan, jelaskan sejauh apa. Apa benar melihat sendiri prosesnya? Atau hanya menerima informasi dari orang lain?” tambahnya.

Di sisi lain, Arya turut menyoroti penyebutan bahwa oknum berinisial N tersebut bertugas di Polres Boalemo. Menurutnya, klaim itu perlu diperjelas karena jarak antara Boalemo dan Bone Bolango cukup jauh, sehingga dugaan keterlibatan perlu disertai penjelasan rinci mengenai mekanisme, lokasi, serta peran oknum tersebut.

“Apalagi disebutkan Oknum N ini bertugas di Polres Boalemo. Jarak Boalemo dan Bone Bolango itu jauh. Kalau ada dugaan keterlibatan, harus dijelaskan bagaimana perannya, operasinya di mana, dan apa bukti fisiknya,” ujar Arya.

Selain itu, Arya juga meminta Fajri menjelaskan bentuk tekanan (pressure) yang ia sebutkan dalam mengawal isu batu hitam, termasuk sumber tekanan tersebut dan langkah formal apa saja yang sudah ia tempuh, seperti pelaporan resmi ke Propam atau Polda.

Arya menyebut isu batu hitam sebagai persoalan serius yang tidak boleh dijadikan komoditas narasi tanpa adanya bukti konkret. Ia menegaskan bahwa setiap tuduhan kepada aparat negara harus disertai data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ada oknum yang bermain, bongkar. Tapi kalau hanya opini, itu justru memperkeruh keadaan,” ujar Arya menutup keterangannya.

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600