Buol, TabeNews.com – Pelayanan pengambilan obat di Instalasi Farmasi (Apotek) RSUD Mokolyuri Kabupaten Buol kembali menuai keluhan dari masyarakat. Sejumlah keluarga pasien mengaku harus menunggu selama berjam-jam hanya untuk mendapatkan obat setelah menjalani pemeriksaan di poli.
Salah seorang keluarga pasien yang ditemui TabeNews.com, Kamis (30/7/2026), mengaku telah menunggu sejak pukul 09.00 WITA hingga sekitar pukul 14.30 WITA, namun obat yang dibutuhkan belum juga diserahkan oleh petugas.
“Kami dari jam sembilan pagi sampai jam setengah tiga sore belum juga diberikan obat. Kami tidak tahu apa alasannya,” keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan pasien kontrol asal Kecamatan Paleleh. Menurutnya, waktu tunggu yang sangat lama membuat pasien dan keluarga merasa kelelahan, apalagi sebagian besar datang dari daerah yang jauh.
“Kami sudah dari jam sembilan pagi menunggu obat, tapi sampai jam dua siang belum juga dilayani. Kami kasihan karena harus menunggu berjam-jam,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ruang tunggu apotek dipenuhi pasien dan keluarga yang masih menanti antrean pengambilan obat. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung hampir sepekan terakhir dan dikeluhkan banyak masyarakat yang menjalani kontrol kesehatan di berbagai poli.
Saat dikonfirmasi, salah seorang pegawai apotek membenarkan bahwa pelayanan sedang mengalami keterbatasan sumber daya manusia.
“Pegawai apotek ada lima orang, tetapi yang bertugas hari ini hanya tiga orang karena dua pegawai sedang cuti,” ujar salah seorang petugas.
Sementara itu, Direktur RSUD Mokolyuri Buol saat dikonfirmasi mengakui bahwa instalasi farmasi memang mengalami kekurangan tenaga. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap lambatnya pelayanan kepada pasien.
“Bagian apotek memang kekurangan pegawai, sehingga pelayanan belum bisa maksimal,” jelas Direktur RSUD Mokolyuri Buol.
Meski demikian, masyarakat berharap persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut. Pasien menilai pelayanan kesehatan, khususnya penyerahan obat, merupakan bagian penting yang harus segera dibenahi agar tidak menambah beban masyarakat yang sedang sakit.
Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Buol segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka berharap Bupati Buol turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna melihat kondisi pelayanan di lapangan serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, layak, dan manusiawi.
“Jangan sampai pasien yang sudah lelah berobat masih harus menunggu berjam-jam hanya untuk mengambil obat. Kami berharap pemerintah segera mencarikan solusi agar pelayanan kembali normal,” harap salah seorang keluarga pasien.
Masyarakat berharap evaluasi terhadap pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD Mokolyuri segera dilakukan, baik melalui penambahan tenaga, pengaturan sistem antrean, maupun langkah-langkah lain agar pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan secara optimal oleh seluruh warga Kabupaten Buol.
Redaksi










