Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
Gorontalo

Siswi SMAN 1 Kota Gorontalo Diduga Jadi Korban Bullying, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

68
×

Siswi SMAN 1 Kota Gorontalo Diduga Jadi Korban Bullying, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.Com— Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan setelah dugaan tindakan perundungan (bullying) terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 (Smansa) Kota Gorontalo. Seorang siswi bernama Salwa Pakaya diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh teman sekelasnya saat sedang beristirahat di dalam ruang kelas.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika Salwa sedang beristirahat di dalam kelas. Secara tiba-tiba, bagian belakang tubuh korban dipukul menggunakan batang pohon pisang oleh seseorang yang diduga merupakan teman sekelasnya.

Pukulan tersebut membuat Salwa seketika terjatuh. Karena serangan terjadi secara mendadak dari arah belakang, korban tidak sempat melihat siapa orang yang melakukan tindakan tersebut.

Pihak guru disebut telah berupaya mencari tahu siapa yang diduga melakukan pemukulan tersebut. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil lantaran teman-teman sekelas Salwa disebut enggan memberikan keterangan mengenai siapa pelaku yang melakukan tindakan tersebut.

Akibat kejadian itu, Salwa mengalami trauma dan lebam pada bagian belakang tubuhnya. Peristiwa ini pun menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan siswa di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan mendapatkan perlindungan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak keluarga Salwa dikabarkan telah menempuh langkah hukum dengan membawa persoalan tersebut ke Polresta Gorontalo Kota agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo Disorot

Kasus dugaan kekerasan yang menimpa Salwa Pakaya harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo. Peristiwa ini bukan sekadar persoalan antar pelajar, melainkan menyangkut jaminan keamanan dan perlindungan siswa di lingkungan pendidikan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo didesak untuk tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap upaya pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan sekolah, khususnya di SMAN 1 Kota Gorontalo, perlu segera dilakukan.

Jika dugaan tindakan bullying serupa berulang, efektivitas pengawasan dan mekanisme penanganan kekerasan di sekolah patut dievaluasi. Jangan sampai kasus baru mendapatkan perhatian setelah korban mengalami luka fisik maupun trauma psikologis.

Dinas terkait harus memastikan pihak sekolah melakukan penelusuran secara objektif, memberikan pendampingan kepada korban, serta menciptakan ruang aman bagi siswa yang mengetahui kejadian untuk menyampaikan keterangan tanpa tekanan.

Persoalan ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan dunia pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik maupun capaian sekolah. Keamanan, kenyamanan, dan perlindungan terhadap peserta didik merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan.

Jangan sampai ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan justru menjadi ruang yang menyisakan ketakutan bagi seorang pelajar.Bullying bukan candaan. Kekerasan bukan bagian dari pendidikan. Dan keselamatan setiap siswa bukanlah hal yang bisa ditawar.

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300