Gorontalo, Tabenews.Com — Kedatangan Kapolda Gorontalo yang baru diwarnai rencana aksi demonstrasi dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat. Massa menilai sejumlah persoalan dugaan aktivitas pertambangan di wilayah Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang dianggap memuaskan.
Sedikitnya 273 orang dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat disebut akan terlibat dalam aksi tersebut. Salah satu isu utama yang akan disuarakan adalah evaluasi terhadap penanganan sejumlah persoalan pertambangan di Kecamatan Suwawa Timur yang dinilai belum menunjukkan hasil penegakan hukum yang jelas.
Sorotan massa kemudian diarahkan kepada Kapolres Bone Bolango, menyusul munculnya dugaan adanya keterlibatan maupun pembiaran terhadap aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.
Namun, dugaan keterlibatan tersebut menjadi bagian dari tuntutan dan aspirasi yang akan disampaikan massa. Pihak kepolisian tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi serta menjelaskan langkah hukum yang telah dilakukan terkait persoalan tersebut.
Massa menilai, apabila berbagai persoalan pertambangan di Suwawa tidak kunjung mendapatkan penyelesaian, maka persoalan tersebut perlu diketahui langsung oleh pimpinan Polda Gorontalo.
Karena itu, kedatangan Kapolda Gorontalo yang baru dipandang sebagai momentum bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai tuntutan terkait penegakan hukum di wilayah Bone Bolango.
“Kami akan menyambut Kapolda Gorontalo yang baru dengan aksi. Ada sekitar 273 massa dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. Kami ingin Kapolda mengetahui persoalan yang selama ini terjadi di wilayah Suwawa,” ujar Yahya.
Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya menyoroti satu kasus, tetapi mempertanyakan kinerja penanganan dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Suwawa, khususnya sejauh mana Kapolres Bone Bolango menjalankan fungsi penegakan hukum terhadap aktivitas yang dipersoalkan masyarakat.
“Kami ingin Kapolda baru melihat langsung persoalan ini. Kalau kasus-kasus pertambangan di Suwawa tidak mampu diselesaikan di tingkat Polres, maka kami akan sampaikan langsung kepada Kapolda,” tegasnya.
Yahya menambahkan, massa juga akan meminta Kapolda Gorontalo melakukan evaluasi terhadap penanganan perkara-perkara yang berkaitan dengan dugaan pertambangan ilegal di Suwawa Timur.
Aksi tersebut, kata dia, merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menginginkan adanya penegakan hukum yang transparan serta tidak tebang pilih.
“Kami datang bukan untuk membuat kegaduhan. Kami membawa tuntutan agar persoalan pertambangan di Suwawa benar-benar ditangani. Kapolda yang baru harus tahu apa yang terjadi di lapangan,” tutup Yahya.










