Uncategorized

Sepak Bola Jadi Jalan Baru Gerakkan Ekonomi di Tolitoli

306
×

Sepak Bola Jadi Jalan Baru Gerakkan Ekonomi di Tolitoli

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tolitoli, Sulawesi Tengah — Di sebuah lapangan hijau yang dikelilingi pedesaan tenang, ratusan warga Desa Sandana dan Kecamatan Galang tumpah ruah. Namun, yang mereka saksikan bukan sekadar pertandingan sepak bola. Lebih dari itu, ajang Kapolres Cup Jilid I menjadi panggung baru untuk membangkitkan gairah ekonomi rakyat.

Ketua panitia, Syahrul, menegaskan bahwa kejuaraan kali ini bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Panitia memberi ruang bagi 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk membuka lapak dagangan di area sekitar lapangan. Dari makanan ringan, minuman segar, hingga kerajinan tangan, suasana berubah menjadi festival rakyat.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Ini adalah kesempatan bagi warga untuk menikmati sepak bola, sekaligus mendorong roda ekonomi desa,” ujar Syahrul sambil menunjuk deretan tenda yang penuh pengunjung.

Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, membuka langsung turnamen yang mempertemukan 32 kesebelasan dari berbagai kecamatan di kabupaten. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa semangat acara ini sejalan dengan tagline Polri: Polri untuk Masyarakat.

“Sepak bola selalu punya kekuatan untuk menyatukan. Tapi lebih dari itu, ia juga bisa menjadi inspirasi ekonomi,” kata Wayan, disambut tepuk tangan para penonton yang memenuhi tribun sederhana.

Suasana turnamen terasa meriah. Anak-anak bersorak sambil membawa bendera tim, para pedagang sibuk melayani pembeli, dan aroma jagung bakar serta sate ayam menyeruak ke udara. Bagi warga desa, momen seperti ini jarang terjadi: olahraga, hiburan, dan peluang ekonomi berpadu dalam satu ruang.

Wakil Bupati Tolitoli, Moh. Besar Bantilan, yang turut hadir, menyebut bahwa turnamen ini bisa menjadi langkah awal pembinaan generasi muda lewat olahraga. “Pengembangan keterampilan, terutama di sepak bola, harus dimulai dari event-event seperti ini. Siapa tahu, dari Tolitoli lahir pemain nasional masa depan,” ucapnya.

Turnamen ini juga menjadi ruang interaksi sosial lintas desa. Warga yang biasanya hanya berjumpa di pasar mingguan kini bisa bertemu dalam suasana berbeda, penuh semangat sportivitas. Di sisi lain, para pemilik UMKM mencatat penjualan harian yang melebihi rata-rata.

“Alhamdulillah, biasanya sehari hanya bisa jual 30 porsi bakso, sekarang bisa dua kali lipat,” ungkap Sitti, seorang pedagang yang lapaknya tak pernah sepi pembeli.

Bagi Polri, Kapolres Cup Jilid I adalah cara baru untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat. Tidak dengan seremoni formal, melainkan lewat sepak bola yang akrab di hati rakyat.

Di tengah gegap gempita itu, ada harapan yang tumbuh: bahwa ekonomi desa bisa bergerak bukan hanya lewat kebijakan besar, tetapi juga lewat sentuhan sederhana, seperti sebuah pertandingan sepak bola.

Di Tolitoli, sepak bola bukan lagi sekadar olahraga. Ia kini menjadi jembatan: antara aparat dan rakyat, antara generasi muda dan masa depan, serta antara hobi dan penghidupan.

Example 468x60
Example 120x600