Buol TabeNews.com – Kehadiran grup WhatsApp “Kanal Aspirasi Warga Buol” kian menunjukkan perannya sebagai ruang diskusi publik yang aktif dan konstruktif dalam menampung berbagai aspirasi masyarakat di Kabupaten Buol.
Grup ini dimoderatori oleh Amir Ismail Udit, Ricki Muda dan Suleman Dj. Latantu, seorang jurnalis yang dikenal konsisten membuka ruang dialog serta memandu jalannya diskusi agar tetap terarah dan produktif.
Sebagai admin grup, Suleman tidak hanya memfasilitasi percakapan, tetapi juga memastikan setiap topik yang dibahas berjalan fokus sesuai substansi. Dengan pendekatan moderasi yang komunikatif dan tegas, ia mampu menjaga dinamika diskusi tetap kondusif di tengah beragam pandangan yang muncul dari anggota.
Sejumlah isu strategis telah menjadi bahan diskusi di grup tersebut. Di antaranya program “Buol Terang”, pelayanan BPJS Kesehatan, hingga pengelolaan manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Buol, baik dalam evaluasi kinerja sebelumnya maupun arah kebijakan di era kepengurusan yang baru.
Menariknya, hasil dari berbagai diskusi tersebut tidak berhenti sebagai wacana semata. Kesimpulan yang dihasilkan dirangkum sebagai bahan masukan konstruktif bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Buol, termasuk kepada Bupati Buol, guna menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.
“Prinsipnya, semua topik diskusi ini hasilnya menjadi bahan masukan positif bagi Pemda Buol untuk disikapi,” ujar Suleman dalam salah satu kesempatan diskusi.
Keberadaan grup ini dinilai menjadi salah satu sarana efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta gagasan terhadap berbagai persoalan daerah secara langsung dan terbuka.
Hingga saat ini, jumlah anggota grup “Kanal Aspirasi Warga Buol” telah mencapai sekitar 500 orang. Komposisi anggotanya cukup beragam, mulai dari masyarakat umum, tokoh lokal, hingga unsur pemerintahan.
Bahkan, Bupati Buol, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kejaksaan dan Kepolisian turut tergabung dalam grup tersebut.
Dengan keterlibatan lintas elemen ini, grup WAG tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta percepatan pembangunan di Kabupaten Buol.
Redaksi









