buol

Rencana Doa Bersama Lintas Agama di Pelataran Masjid Agung Buol Tuai Kontroversi

106
×

Rencana Doa Bersama Lintas Agama di Pelataran Masjid Agung Buol Tuai Kontroversi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol TabeNews.com – Rencana pelaksanaan doa bersama lintas agama yang dijadwalkan berlangsung di Pelataran Masjid Agung Buol, Kelurahan Leok II, pada Rabu (31/12/2025), menuai polemik dan penolakan dari sejumlah kalangan umat Islam di Kabupaten Buol.

Kegiatan yang diinformasikan akan melibatkan pemuka lintas agama, termasuk pendeta dan biksu, dinilai tidak pantas dilaksanakan di area masjid. 

Advertising
banner 325x300
Advertising

Sejumlah ustaz, tokoh agama, serta jamaah Masjid Agung Buol menyampaikan keberatan keras terhadap rencana tersebut.

Menurut mereka, masjid merupakan tempat suci umat Islam yang identik dengan syiar tauhid. Setiap hari, masjid mengumandangkan azan lima waktu yang berisi dua kalimat syahadat serta ditutup dengan kalimat tauhid “Laa Ilaha Illallah”. Karena itu, menyerukan atau memanjatkan doa dengan menyebut tuhan selain Allah di dalam atau di kawasan masjid dinilai bertentangan dengan akidah Islam.

“Ini bukan soal menolak toleransi, tetapi soal menjaga kesucian dan fungsi masjid. Toleransi tidak boleh dimaknai secara keliru hingga melanggar batas-batas keyakinan,” ungkap salah seorang ustaz yang enggan disebutkan namanya.

Penolakan tersebut juga disuarakan oleh jamaah Masjid Agung Buol. Mereka meminta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Buol dan Pemerintah Daerah agar segera membatalkan penggunaan area masjid untuk kegiatan tersebut. 

Jamaah menyarankan agar doa bersama lintas agama dialihkan ke lokasi lain yang bersifat umum, seperti lapangan atau ruang terbuka publik, demi menjaga keharmonisan dan menghindari kegaduhan di tengah masyarakat.

“Kami mendukung hidup rukun antarumat beragama. Namun, pelaksanaannya harus ditempatkan secara tepat. Masjid bukan ruang netral, melainkan tempat ibadah umat Islam,” ujar salah satu jamaah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DKM Masjid Agung Buol maupun Pemerintah Daerah dan panitia penyelenggara terkait rencana kegiatan tersebut. 

Masyarakat berharap ada kebijaksanaan dan dialog yang mengedepankan saling menghormati agar polemik ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600