Gorontalo, Tabenews.Com — Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Gorontalo Utara kian menarik perhatian publik. Ketegangan politik menjelang hari pelaksanaan pun tampak meningkat, seiring dengan masing-masing pasangan calon yang mulai memunculkan strategi pemenangan secara terbuka.
Salah satu pendekatan yang mencuri perhatian datang dari Paslon 01, pasangan Roni Imran dan Ramdan Mapelay (ROMANTIS), yang disebut-sebut membentuk 2.460 tim relawan untuk mengawal proses pemilu dan mengawasi potensi pelanggaran, khususnya praktik politik uang.
Langkah ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat. Seorang pemuda Gorontalo yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan pandangannya bahwa pelibatan ribuan relawan dengan tugas khusus tersebut patut dikaji secara bijak, terutama dalam konteks kepercayaan terhadap lembaga resmi negara.
“Kalau pendekatan semacam ini dilakukan karena ada kekhawatiran terhadap pengawasan, maka pertanyaannya: sejauh mana kita mempercayai lembaga negara seperti Bawaslu? Kita tidak boleh kehilangan kepercayaan terhadap lembaga yang dibentuk secara konstitusional untuk menjamin pemilu yang adil,” ujarnya.
Ia juga mengomentari kabar mengenai pemberian insentif kepada warga atau tim yang berhasil menyetorkan bukti pelanggaran pemilu. Menurutnya, inisiatif seperti ini bisa menimbulkan tafsir yang kontraproduktif jika tidak dijalankan secara proporsional dan transparan.
“Memberi penghargaan bagi pelapor pelanggaran bisa dimaknai sebagai upaya positif, tapi jika tidak berhati-hati, ini juga bisa menciptakan ruang multitafsir yang mengaburkan niat awal. Kita harus pastikan bahwa semua langkah tetap berada dalam kerangka etika demokrasi dan tidak bertentangan dengan semangat keadilan,” lanjutnya.Terakhir,
ia mengingatkan pentingnya memperkuat kepercayaan terhadap institusi yang telah diberikan wewenang mengawasi pemilu. Menurutnya, penguatan partisipasi publik harus sejalan dengan penguatan kelembagaan negara.
“Kepercayaan terhadap Bawaslu perlu kita jaga bersama. Jangan sampai demi meraih kemenangan, kita justru mengikis legitimasi lembaga yang menjadi benteng demokrasi itu sendiri. Kemenangan sejati dalam demokrasi adalah ketika prosesnya bersih dan lembaga yang terlibat tetap berdiri tegak,” tutupnya
sampai dengan terbitnya Berita ini, tabenews masih menunggu kepastian informasi tersebut dari ketua tim pemenangan dari pasangan 01 Romantis.









