Gorontalonasionalpemerintahan

Pemkot Adakan Festival Kota tua Gorontalo, Agung Datau : “Terkesan Bereuforia dimasa Sulit Masyarakat”

846
×

Pemkot Adakan Festival Kota tua Gorontalo, Agung Datau : “Terkesan Bereuforia dimasa Sulit Masyarakat”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Tabenews.com – Festival Kota tua Gorontalo, yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, dengan tegas mendapat Penolakan dari Ketua Umum Forum Kota Gororontalo Agung Datau S.H, Sabtu, (30/09/2023)

Kegiatan Festival Kota tua Gorontalo itu Akan dilaksanakan pada tanggal 6-11 November 2023 mendatang. Tentunya Plening tersebut mendapat penolakan dari berbagai Pihak salah satu di antaranya Ketua Umum Forum Kota (Forkot) Gorontalo.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Agung menilai bahwasanya dengan adanya kegiatan tersebut terkesan membuang Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) Kota Gorontalo hal tersebut berdasarkan fakta lapangan bahwa sampai dengan saat ini tingkat kemiskinan yang berada di kota Gorontalo belum terselesaikan serta Pemulihan UMKM Sekitaran eks Jln Panjaitan yang terdampak karena Pekerjaan jalan yang menggunakan dana PEN.

Oleh karena itu Agung dengan tegas menolak kegiatan Festival Kota tua Gorontalo yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.

“Saya katakan dengan tegas bahwa kami menolak Kegiatan tersebut karena bisa kita lihat bersama, sampai dengan saat ini Pemkot Gorontalo belum bisa menyelesaikan masalah masalah yang di Kota Gorontalo. Contoh nya 8 Proyek yang menggunakan dana Pen ? Sudah sejauh mana Pemkot Meninjau Proyek tersebut ?. ditambahkan lagi masalah masalah lainya.” Pungkasnya

Agung juga mengingatkan kan kepada Pemkot bahwa jangan sampai lupa tingkat kemiskinan Provinsi Gorontalo berada di urutan ke 5 dan kota menyumbang 12,67% berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo pada tahun 2022.

Oleh karena itu ia (Agung_Read) menyatakan agar Pemkot berfikir dua kali dalam melaksanakan kegiatan tersebut agar APBD yang nantinya di pakai di Festival Kota tua Gorontalo di alihkan bantuan Kepada Pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang belum mampu mengembangkan Usahanya.

“Pemkot harusnya Berfikir dua kali dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dari pada bereuforia di atas Kesulitan Masyarakat, mendingan di alihkan saja kepada Pengusaha UMKM Lokal, karena masih banyak UMKM yang ada di kota Gorontalo ini belum mampu dalam mengembangkan usahanya”. Kata agung.

Terakahir Agung menegaskan jikalau Kegiatan Festival Kota Tua Gorontalo ini tetap di laksanakan maka dirinya beserta Pemuda Asal Kota Gorontalo yang tergabung dalam Forum Kota Gorontalo, akan melakukan Penolakan secara besar besaran di depan Kantor Wali Kota Gorontalo karena berdasarkan Penilaian mereka, Pemkot Secara tidak langsung Memperlihatkan Kondisi Kota Gorontalo yang masih amburadul kepada tamu yang dari luar daerah Kota Gorontalo.

“Kalau Pemkot Gorontalo tetap bersikap Keras Mengadakan kegiatan Festival tersebut, maka jangan heran jikalau ada aksi penolakan dari Kami, karena kami menilai bahwa Pemkot secara tidak langsung mempertontonkan Kondisi Kota Gorontalo yang masih Amburadul”.

Sampai dengan terbitnya Berita ini Tim Redaksi Tabenesw.Com masih mencari Informasi lebih lanjut.

Redaksi : Arya

Example 468x60
Example 120x600