Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buoldaerahhukumkriminalnasionalpaluSulteng

Klarifikasi Kades Soal Dugaan Pelecehan Seksual Yang Menurutnya Adalah Fitnah Lawan Politik Saat Pilkades

2140
×

Klarifikasi Kades Soal Dugaan Pelecehan Seksual Yang Menurutnya Adalah Fitnah Lawan Politik Saat Pilkades

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TABEnews.com – Oknum  Kades Bokat, Kecamatan Bokat Kabupaten Buol  berinisial AP membantah jika dirinya melakukan pelecehan terhadap seorang ibu muda berinisial L.

Dirinya juga membantah bahwa apa yang di sampaikan oleh oknum korban inisial L tentang pelecehan seksual itu tidak benar dan hanya sebagai fitnah, bahkan saya sempat di peras untuk menyelesaikan kasus dugaan ini dengan nominal 2 juta bahkan sampai 10 juta agar permasalahan ini selesai tapi saya tidak mau karena saya yakin saya tidak perna berbuat seperti apa yang di tuduhkan, kata AP, Selasa (18/10/2023).

Advertising
banner 325x300
Advertising

Ditanya soal AP ke rumah sakit memang Benar…!!!, sebelum saya kerumah sakit saya mampir dulu shalat magrib di masjid agung dan selesai shalat inisial L menghubungi AP melalui SMS bertanya ada di mana pak kades, AP jawab ya saya kebetulan di kota dan kebetulan saya bawa proposal itu, L mengatakan bahwa saya ada di RS Mokolyuri Buol lagi masuk rumah sakit, AP bertanya sakit apa ? Di jawab oleh L sakit perut, maka berselang beberapa menit AP bersama anaknya menuju rumah sakit untuk menemui L karena kebetulan ada selembaran proposal yang sudah saya tanda tangan untuk di berikan ke L.

Lanjut AP, setibahnya saya di salah satu ruangan yang di rawat L , saya jumpai ada di situ teman L yaitu Ida, saya bertanya kenapa ini L sakit apa ? Jawab Ida ada sakit perut mungkin ada yang pak kades tau coba di obati dulu L (dalam bahasa buol), AP bilang tolong ambilkan air saya di gelas aqua dan selesai di bacakan doa di gelas aqua tersebut AP meminumkan ke L dan di sapukan di bagian kepala dan bagian perut, jadi apa yang mereka tuduhkan kepada saya semua itu adalah fitnah, Kata AP penuh kesal saat di wawancara awak media media.

Berdasarkan laporan Polisi Nomor : 352/X/2023/POLRES BUOL/POLDA SULTENG, tertanggal 8 Oktober 2023. Dan surat Panggilan Nomor : B/PK/421/X/RES.1.24/2023/Satreskrim tentang permintaan keterangan.

Melalui surat panggilan tersebut Kades Bokat inisial AP telah menghadiri dan menemui serta memberikan keterangan terhadap Banit PPA BRIGPOL M. RANDI AFIF DAIMAROTO,SH

Dalam keterangannya bahwa apa yang sudah di beritakan tersebut adalah tidak benar dan fitnah, untuk itu kita serahkan ke pihak berwajib untuk proses selanjutnya. Ucap AP saat media Tabenews.com menghubungi lewat telpon seluler.

“Ini isu sengaja di mainkan oleh lawan politik saat saya maju Pilkades 2021 masih terbawah sampai hari ini, saya selaku kades terpilih sudah tinggalkan hal politik lawan tapi bagaimana dengan terpilihnya saya sebagai kades Bokat tidak ada lagi yang namanya lawan politik” kata AP

Seperti berita sebelumnya yang mana Aksi pelecehan yang di duga dilakukan oknum kepala desa (Kades) kecamatan Bokat Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah berinisial AP terhadap seorang ibu rumah tangga berinisial L (Bunga) dengan berkedok sebagai dukun yang bisa mengobati penyakit orang, Senin (16/10/2023).

Bunga menyampaikan kejadian pada hari Jum’at 15 september 2023, sekitar pukul 18.30 wita, saat bunga dirawat di rumah sakit Mokolyuri Buol.

Kejadian tersebut bermula, Bunga masuk rumah sakit dan dirawat serta di datangi oknum kades dengan alasan mengantarkan proposal, tapi  sang oknum kades melihat bunga lagi terbaring sakit dan bertanya ! “Sakit Apa ? Bunga menjawab sakit pohon perut ku dan oknum kades dengan belaga seorang dukun mengatakan saya bisa obati sakit perut anda karena saya biasa mengobati orang sakit dan sudah banyak saya obati” tutur bunga saat di wawancarai awak media Tabenews.com

“Awalnya saya tidak mau tapi karena saya ingin sehat dan sempat saya bertanya ke teman (Ida), tidak apa-apa ini ! Ida  jawab tidak apa-apa Khan kau ingin sehat, maka saat itu pula sang oknum kades mulai beraksi dengan awal mengurut-urut perut bunga dan bunga tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh dan tiba-tiba sang oknum kades memasukan jarinya ke dalam kemaluan Bunga dan bunga sempat gemetar dan takut kenapa oknum kades sampai berbuat seperti itu, karena kondisi bunga saat itu lagi menahan sakit perut yang dialaminya sampai bunga tak bisa berbuat apa-apa” ucap bunga dengan sedih sambil meneteskan air mata.

Lanjut bunga” bukan saat itu saja oknum kades lakukan, katanya mau dimandikan biar kiriman orang hilang, sang kades yang berdalil sebagai dukun mencoba merayu bunga untuk di mandikan di kamar mandi yang berada di rumah sakit tersebut, silahkan buka baju tapi bunga tidak mau dan hanya mengunakan sarung untuk menutupi tubuhnya, setibahnya dalam kamar mandi ulah sang kades makin tak terbendung, saya di peluk dan di cium serta dia urut di berut dan memasukan lagi jarinya ke dalam kemaluan saya dan saya sempat merontak dan menangis, saat itu pula sang oknum kades langsung keluar kamar mandi serta langsung pulang tanpa pamit ke teman saya (Ida)” kata bunga dengan air mata yang tidak bisa di tahan lagi.

Semenjak kejadian itu bunga mengalami trauma dan sempat berobat ke RS Gorontalo selama 3 hari, karena sakit perut yang di deritanya tidak sembuh selama di rawat di RS Mokolyuri Buol.

Berdasarkan kejadian ini bunga laporkan ke Polres buol atas dugaan oknum kades lakukan pelecehan seksual terhadap dirinya berdasarkan laporan Polisi Nomor : 352/X/2023/POLRES BUOL/POLDA SULTENG, tertanggal 8 Oktober 2023.

Apa bila oknum kades terbukti maka kemungkinan besar akan di jerat dengan Pasal 6 huruf (b), (c) Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara, adapun pasal pelecehan seksual dapat di jerat dengan mengunakan pasal pencabulan sebagaimana diatur dalam pasal 289 sampai dengan pasal 296 KUHP, dengan maksimal penjara 7 tahun.

Berdasarkan hasil konfirmasi ke camat bokat Iksan Mangge melalui via WhatsApp mengatakan bahwa Saya belum dengar pastinya, pak kades juga belum ada menyampaikan langsung ke saya.

Di singgung soal adanya laporan polisi atas dugaan oknum kades Maka pak camat jawab “Kalau sudah ada laporan ke polres tinggal lihat prosesnya. Saya juga baru mo undang kadesnya besok mungkin.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600