Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
tolitoli

KKN UMADA Tolitoli Tebar Kepedulian, Santuni Anak Yatim di Desa Lais

256
×

KKN UMADA Tolitoli Tebar Kepedulian, Santuni Anak Yatim di Desa Lais

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


TABEnews.com Tolitoli, — Momen haru dan penuh makna terjadi di Desa Lais, Kecamatan Dondo, saat sejumlah anak yatim menerima bantuan pendidikan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Madako (UMADA) Tolitoli.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa pagi ini menjadi bukti nyata sinergi antara generasi muda, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kepedulian sosial.

Santunan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis kepada anak-anak yatim yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SD dan SMP. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari masyarakat, yang kemudian disalurkan oleh para mahasiswa KKN UMADA dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Desa

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di kantor Desa Lais oleh Sekretaris Desa Junardi bersama Ketua BPD Isnan Hi Muhtar, disaksikan oleh para mahasiswa KKN.

“Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN UMADA Tolitoli. Kepedulian mereka terhadap anak-anak yatim di desa ini sangat luar biasa. Ini bukan sekadar kegiatan, ini adalah bentuk nyata cinta pada sesama,” ujar Junardi penuh haru.

Ia menambahkan harapannya agar kegiatan semacam ini bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain, termasuk pemerintah daerah, untuk lebih memperhatikan nasib anak-anak yatim, terutama dalam aspek pendidikan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Mari kita terus bergotong royong membangun harapan mereka,” tutupnya.

KKN yang Tak Hanya Belajar, Tapi Juga Memberi Arti

Kegiatan sosial ini menandai betapa pentingnya peran mahasiswa dalam membawa energi perubahan ke tengah masyarakat. KKN UMADA Tolitoli membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen pembelajar, tetapi juga agen pemberi harapan.

Para mahasiswa berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal dari gerakan lebih besar, di mana pendidikan menjadi hak bagi setiap anak, termasuk mereka yang kurang beruntung.

Laporan: Fajri



Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600