Gorontalo, Tabenews. Com — Polemik seputar aktivitas pertambangan di Kabupaten Pohuwato kembali mengemuka. Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap isu tersebut, muncul gerakan masyarakat yang menamakan diri Aliansi GASPOOL, digagas oleh sejumlah tokoh lokal.
Gerakan ini mengklaim membawa semangat kepedulian terhadap masyarakat sekitar tambang. Namun, Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kota Gorontalo, Arya Sahrain, menilai bahwa dinamika yang berkembang di lapangan menunjukkan adanya indikasi kepentingan tertentu yang perlu diusut lebih lanjut.
“Kami tidak menolak gerakan masyarakat, tapi perlu diwaspadai jika ada upaya pihak-pihak tertentu yang menunggangi isu tambang untuk kepentingan politik atau ekonomi pribadi,” ujar Arya, Kamis (13/11/2025).
Ia menambahkan, IMM Kota Gorontalo mendorong seluruh elemen agar tetap menjunjung transparansi dan tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memperkeruh situasi sosial di wilayah tambang.
“Keterlibatan aparatur pemerintah di tingkat bawah dalam dinamika seperti ini sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan bias kepentingan. Pemerintah desa seharusnya menjaga netralitas dan menjadi penengah, bukan bagian dari konflik,” tambahnya.
Sebagai bentuk sikap moral, IMM bersama sejumlah elemen masyarakat berencana menggelar aksi damai pekan depan. Aksi tersebut akan menegaskan penolakan terhadap segala bentuk praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, dan iklim investasi di Pohuwato.
“Kami mendesak Polda Gorontalo untuk turun langsung, menelusuri dan menindak tegas jika ditemukan adanya pihak-pihak yang berusaha memanipulasi opini publik. Hukum harus menjadi panglima, bukan kepentingan individu,” tegas Arya
.Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa IMM akan terus berdiri bersama masyarakat, memperjuangkan keadilan bagi semua pihak, dan memastikan agar isu tambang tidak dijadikan alat politik oleh siapa pun.










