Buol, TabeNews.com — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buol melaksanakan peringatan Hari Bakti PU ke-80 yang jatuh pada 3 Desember 2025. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor PUPR Buol, Jumat (5/12), dan dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, staf, serta Dharma Wanita Persatuan PUPR.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, yang menjadi semangat bersama bagi seluruh insan PUPR dalam meningkatkan kualitas layanan infrastruktur di Kabupaten Buol.
Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH., MH, yang mewakili Bupati Buol, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh pegawai.
Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa sektor PUPR memegang peranan penting dalam pembangunan daerah. Ia menyebut bahwa setiap pekerjaan infrastruktur yang dilakukan secara tulus dan bertanggung jawab merupakan amal kebaikan yang memiliki nilai pahala.
“Setiap jalan, bangunan, atau fasilitas umum yang kalian bangun dan awasi dengan ikhlas demi kepentingan masyarakat, itu adalah zikir dan bernilai ibadah di sisi Allah. Namun, keikhlasan dan kualitas pekerjaan adalah syaratnya,” ujarnya.
Sekda juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan pekerjaan sesuai perencanaan dan RAB.
“Jangan ada yang dikerjakan miring-miring. Semua sudah dihitung secara teknis. Kalau melenceng, dampaknya bukan hanya pada kualitas infrastruktur, tapi juga bisa menimbulkan masalah hukum. Pengawas harus tegas, kontraktor yang tidak benar harus diberi kartu merah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sekda menyoroti bahwa infrastruktur yang dibangun daerah merupakan public domain, sehingga bila terjadi kerusakan yang menyebabkan kecelakaan, pemerintah dapat dimintai pertanggungjawaban.
“Kalau ada jalan mulai berlubang, jangan tunggu masyarakat protes. Segera tangani, karena itu tanggung jawab kita,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Sekda berharap PUPR Buol tetap berada di garis terdepan dalam membangun daerah dengan semangat pelayanan dan profesionalitas.
Sekretaris Dinas PUPR Buol, Kasman Paliba, SP, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti PU tidak hanya sekadar seremoni, tetapi mengandung nilai historis penting.
Ia menjelaskan bahwa Hari Bakti PU diperingati untuk mengenang peristiwa heroik 7 pemuda pegawai PU yang gugur mempertahankan Gedung Sate, Bandung, pada 3 Desember 1945.
“Semangat pengorbanan para pahlawan PUPR menjadi teladan bagi kita. Tahun lalu kami melaksanakan bakti sosial di Desa Soraya dengan memberikan 60 paket sembako. Tahun ini kami kembali menyalurkan bantuan bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Kasman juga menyinggung tingginya beban kerja PUPR pada akhir tahun, terutama saat penyusunan dan penyelesaian laporan.
“Sampai tanggal 31 Desember biasanya pegawai masih bekerja. Kami mohon pengertian keluarga, sebab tuntutan pekerjaan menuntut profesionalisme penuh,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan PUPR harus menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan memberikan kepuasan bagi masyarakat.
“Selama masyarakat belum puas terhadap layanan infrastruktur, berarti pekerjaan kita belum selesai. Kita harus memanfaatkan setiap rupiah anggaran dengan maksimal untuk menghasilkan produk yang berkualitas,” tuturnya.
Kasman menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur adalah bagian dari membangun peradaban suatu daerah.
“Bahkan kerajaan-kerajaan masa lalu dinilai dari peninggalan infrastruktur. Maka tugas kita adalah memastikan setiap pekerjaan menjadi jejak kemajuan Buol,” ujar Kasman.
Setelah rangkaian sambutan dan arahan, kegiatan Hari Bakti PU ke-80 dilanjutkan dengan senam bersama, yang diikuti dengan antusias oleh seluruh jajaran PUPR Buol sebagai bentuk kebersamaan dan menjaga kebugaran.
Redaksi









