Buol, TabeNews.com — Program Kopi Pasca Jum’at (Kopaja) memasuki Pekan ke-7 dan kembali digelar di Masjid Jabar Nur Kali, Bambu Kuning, Jumat (5/12/2025).
Sebagai salah satu masjid yang aktif memakmurkan rumah ibadah melalui berbagai kegiatan mingguan, Masjid Jabar Nur Kali terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat silaturahmi dan membangun budaya keagamaan yang positif di tengah masyarakat.
Selain Kopaja yang dilaksanakan setiap Jumat, masjid ini juga dikenal dengan program Gerakan Ngopi Subuh yang rutin digelar setiap Sabtu dan Minggu.
Kedua kegiatan ini diinisiasi pengurus untuk menciptakan suasana masjid yang hidup, ramah, dan dekat dengan jamaah dari berbagai kalangan.
Ketua Pembangunan Masjid Jabar Nur Kali, H. Ibrahim M. Gesa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari program ini adalah menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat.
“Melalui Kopaja dan Ngopi Subuh, kami berharap masyarakat semakin gemar memakmurkan masjid. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berkumpul, berdiskusi, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.
Sekretaris Pembangunan Masjid, Wawan Laindjong, menambahkan bahwa banyak jamaah merasa terbantu dengan adanya program rutin ini karena dapat menjadi ruang untuk bertukar pikiran dan memperluas pemahaman agama.
“Kami ingin masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat belajar, berdialog, dan menebar manfaat. Insyaallah program seperti ini akan terus kami tingkatkan dari waktu ke waktu,” katanya.
Sementara itu, Imam Masjid Jabar Nur Kali, Umar T. Laindjong, menegaskan pentingnya merawat rutinitas positif yang mampu mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai keislaman.
“Semakin sering masyarakat berkumpul dalam kegiatan seperti ini, maka semakin kuat pula ikatan spiritual dan sosial antarjamaah,” tuturnya.
Pada Kopaja pekan ini, khutbah Jumat disampaikan oleh Ustadz dr. Arianto Panambang. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema “Hari Antikorupsi Sedunia yang Bertepatan Jatuh pada Tanggal 9 Desember 2025.”
Ia menekankan bahwa korupsi merupakan bentuk pengkhianatan amanah dan merusak sendi kehidupan masyarakat.
“Semoga Masjid Jabar Nur ini dapat menjadi pusat pendidikan agama dan pusat berbagi kepada umat, selain sebagai tempat beribadah,” ungkap Ustadz dr. Arianto dalam penutup khutbahnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah bercengkerama sambil menikmati kopi dan sajian sederhana yang telah dipersiapkan panitia.
Redaksi









