Uncategorized

HAPKIDO TAK TERDAFTAR, KONI TOLITOLI TAK MEMPERSULIT

612
×

HAPKIDO TAK TERDAFTAR, KONI TOLITOLI TAK MEMPERSULIT

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;
Example 468x60

TOLITOLI – Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tolitoli, Mansur Pondang, SH., MH., angkat bicara terkait pemberitaan yang dimuat TABEnews edisi Senin, 21 April 2025, yang menyebut KONI telah memberikan dana kepada cabang olahraga (cabor) Hopkido.

Dalam klarifikasinya, Mansur menilai isi pemberitaan tersebut tendensius dan tidak berimbang. Ia menegaskan bahwa narasi yang disajikan cenderung berpihak dan tidak melalui konfirmasi resmi ke pihak KONI Tolitoli.

Advertising
banner 325x300
Advertising

“Kami sangat menyayangkan berita itu. Sebagai bagian dari kebebasan pers, seharusnya media tetap menjunjung asas keberimbangan dengan melakukan konfirmasi kepada kami terlebih dahulu,” tegas Mansur, Senin (21/4).

Lebih lanjut, Mansur menjelaskan bahwa hingga saat ini, cabor Hopkido belum terdaftar secara resmi di KONI Tolitoli. Oleh karena itu, secara administratif, tidak mungkin ada pencairan atau pemberian dana dari KONI kepada organisasi yang belum sah sebagai anggota.

“Cabor yang ingin menjadi anggota KONI harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya adalah melampirkan hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab). Jika itu belum ada, otomatis belum bisa diakomodasi, apalagi menerima bantuan dana,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa KONI Tolitoli selalu berpegang teguh pada aturan dan transparansi dalam menyalurkan anggaran kepada cabor yang telah sah dan memenuhi ketentuan.

“Tidak ada dana yang kami gelontorkan ke cabor yang belum terdaftar. Semua penggunaan anggaran tercatat dan dipertanggungjawabkan sesuai aturan,” pungkas Mansur.

Klarifikasi ini diharapkan menjadi penegasan agar tidak ada lagi kesalahpahaman di publik, sekaligus menjadi pengingat bagi insan pers untuk tetap menjunjung kode etik jurnalistik, khususnya dalam pemberitaan yang menyangkut institusi publik.

Mansur menambahkan, Bahwa KONI Tolitoli sama sekali tidak memiliki niat mempersulit apalagi menghalang-halangi keberadaan Cabor di daerah. “Dari sisi mana kami apalagi saya selaku Sekum dianggap mempersulit apalagi menghalang-halangi proses eksistensi cabang olahraga di daerah. sebagai induk organsasi kami justru mendorong itu, tetapi ada proses dan syarat formil yang harus dipenuhi. Saya ingatkan bahwa Hapkido itu bukan organisasi cabor baru di Tolitoli. Hapkido sebelumnya telah memiliki kepengurusan, akan tetapi oleh pengurus lama juga masih ada syarat formil yang belum dipenuhi maka statusnya belum bisa ditingkatkan menjadi anggota KONI Tolitoli. Karena itu maka pemegang mandate saat ini kami minta segera melaksanakan Musyawarah Kabupaten dan hasilnya sampaikan kepada kami untuk rekomendasikan guna mendapatkan pengesahan dari Pengurus Provinsi Hapkido,” tegas Mansur Pondang.

Example 468x60
Example 120x600