Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Gempa M 5,4 Jadi Peringatan! Wabup Buol: Jangan Bangun Budaya Takut, Tapi Budaya Siaga Bencana

9
×

Gempa M 5,4 Jadi Peringatan! Wabup Buol: Jangan Bangun Budaya Takut, Tapi Budaya Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol Tabenews.com – Pemerintah Kabupaten Buol terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya gempa bumi yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah Sulawesi Tengah.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Buol, dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H., saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Potensi Gempa Bumi di Kabupaten Buol, yang berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Bupati Buol, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus membangun budaya sadar bencana, sehingga warga tidak hanya mengetahui risiko gempa, tetapi juga mampu mengambil langkah tepat ketika bencana terjadi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran Forkopimda Kabupaten Buol, Sekretaris Daerah, Kepala BMKG Tolitoli Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Bantilan beserta jajaran, perwakilan BMKG Gorontalo, para asisten, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, serta insan pers.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol menyampaikan apresiasi kepada BMKG, khususnya Stasiun Meteorologi Kelas III Sultan Bantilan Tolitoli dan BMKG Gorontalo, yang selama ini terus memberikan dukungan informasi, edukasi, serta penguatan sinergi dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

“Sinergi seperti inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar dr. Moh. Nasir.

Wakil Bupati juga menyinggung kejadian gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,4 yang sempat dirasakan masyarakat Kabupaten Buol beberapa waktu sebelumnya.

Meski peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, menurutnya, kejadian itu harus dijadikan pembelajaran sekaligus pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak boleh dibangun setelah bencana terjadi.

“Gempa bumi memang hanya berlangsung beberapa detik, tetapi dampaknya dapat kita rasakan bertahun-tahun. Karena itu, yang harus kita bangun bukan budaya takut, melainkan budaya siap menghadapi risiko. Pengetahuan adalah perlindungan pertama yang dimiliki setiap orang,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi geografis Sulawesi yang memiliki karakteristik geologi dan aktivitas tektonik dinamis membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Karena itu, pola penanggulangan bencana tidak boleh lagi hanya berorientasi pada penanganan ketika bencana telah terjadi. Pemerintah dan masyarakat harus memperkuat mitigasi, edukasi, serta kesiapsiagaan sejak dini.

Di hadapan peserta sosialisasi, dr. Moh. Nasir meminta seluruh perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala desa untuk mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

Forum-forum warga di tingkat desa dan kelurahan, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk menyampaikan pengetahuan sederhana mengenai apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi.

“Pendidikan kebencanaan juga harus ditanamkan sejak usia dini di sekolah-sekolah agar anak-anak kita terbiasa dan memahami jalur evakuasi secara mandiri,” tambahnya.

Ia menilai kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun lembaga kebencanaan. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak apabila bencana benar-benar terjadi.

Di penghujung sambutannya, Wakil Bupati Buol mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya sadar bencana.

Tokoh agama, tokoh adat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga insan pers diharapkan turut mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi kebencanaan yang benar dan mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, selain kesiapan infrastruktur dan sistem peringatan dini, Kabupaten Buol memiliki modal sosial yang sangat penting, yakni semangat gotong royong dan kepedulian antarsesama.

“Ketangguhan daerah bukan hanya dibangun dengan infrastruktur, tetapi juga dengan masyarakat yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan kesiapan untuk saling membantu,” pesannya.

Wakil Bupati kemudian secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Potensi Gempa Bumi dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan pemahaman nyata kepada masyarakat dan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Kabupaten Buol yang semakin tangguh dan siap menghadapi bencana.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300