TABEnews Tolitoli – Di bawah kepemimpinan baru Direktur PDAM Ogomalane Tolitoli, Yusman, ST, perusahaan daerah air minum ini menunjukkan semangat baru dalam meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Sejak dilantik oleh Bupati Tolitoli pada 15 Mei 2025, Yusman langsung tancap gas membuktikan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Pada Sabtu (31/5/2025), sejumlah karyawan PDAM terlihat melakukan penggalian di lima titik genangan air yang selama ini mengganggu di ruas jalan utama dalam kota Tolitoli. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur distribusi air bersih serta penanganan kebocoran dan sumbatan yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Fokus utama kami adalah mengelola dan memelihara bangunan sadap (intake), instalasi pengolahan air, dan tempat penyimpanan air. Kami juga siap memberikan bantuan teknis untuk penyediaan air minum, baik melalui pemanfaatan mata air maupun pengeboran sumur dalam, bila diperlukan,” ujar Yusman.
Untuk wilayah dalam Kota Tolitoli, pasokan air bersih masih cukup terpenuhi berkat sumber air dari hulu Sungai Tuweley. Namun, untuk masyarakat di wilayah Pelabuhan yang saat ini terdampak perbaikan jaringan pipa, PDAM sementara mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki.
“Kami memahami kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Pelabuhan. Sambil menunggu rampungnya perbaikan pipa, distribusi air tetap kami lakukan melalui armada tangki,” tambahnya.
Yusman juga menjelaskan bahwa PDAM Ogomalane mengandalkan sistem Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air sebagai inti proses pengolahan air bersih. Proses ini meliputi tahapan koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan disinfeksi, sebelum air benar-benar layak dan aman disalurkan hingga ke rumah pelanggan.
Dengan sistem kerja yang terus dibenahi, Direktur Yusman optimistis PDAM Ogomalane dapat berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang potensial. Ia juga berharap kesejahteraan para karyawan bisa meningkat seiring dengan kemajuan perusahaan.
“Ke depan, kami berharap PDAM tidak hanya menjadi penyedia layanan publik, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan karyawan secara bertahap,” pungkas Yusman.
laporan: atmen djaru










