Buol, TabeNews.com — Harga gas Elpiji 3 kilogram di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, viral di media sosial setelah dilaporkan tembus hingga Rp80 ribu sampai Rp90 ribu per tabung. Harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah, yakni sekitar Rp30 ribu per tabung. Minggu (15/3/26).
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan, kelangkaan gas Elpiji 3 kg terjadi di sejumlah wilayah, terutama di tingkat pangkalan resmi yang justru sering kehabisan stok.
Sementara itu, di tingkat pengecer, gas bersubsidi tersebut masih bisa ditemukan, namun dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi, terlebih menjelang akhir bulan suci Ramadhan, di mana kebutuhan rumah tangga meningkat.
“Di pangkalan kosong, tapi di pengecer ada. Harganya sampai Rp80 ribu bahkan Rp90 ribu per tabung. Ini sangat memberatkan masyarakat kecil,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan di lapangan, agar distribusi gas Elpiji 3 kg dapat berjalan normal dan harga kembali sesuai dengan ketentuan HET.
Warga juga meminta agar dilakukan penertiban terhadap oknum yang diduga menjual gas bersubsidi di atas harga yang telah ditetapkan, karena gas Elpiji 3 kg diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan bukan untuk diperjualbelikan secara bebas dengan harga tinggi.
Keluhan masyarakat semakin meningkat karena bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi akan berakhir, namun ketersediaan gas justru semakin langka.
Kondisi ini dikhawatirkan akan menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak saat sahur dan berbuka puasa.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah tegas dari pemerintah Kabupaten Buol serta pihak terkait untuk memastikan distribusi gas Elpiji 3 kg berjalan lancar dan harga kembali normal sesuai aturan yang berlaku.
Redaksi










