Buol, Tabenews.com — Direktur RSUD Mokolyuri Buol menghadiri pelaksanaan Exit Meeting Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Pemeriksaan Kinerja Pelayanan Kesehatan pada Rabu (19/11/25). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Buol dan dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.
Turut mendampingi Wakil Bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPKAD, Direktur RSUD Mokoyurli, serta Direktur RS Pratama. Pertemuan ini menjadi agenda penting sebagai tindak lanjut rangkaian pemeriksaan BPK terkait upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Buol.
Direktur RSUD Mokolyuri Buol dr. Mariati A. Ismail M.A.P mengatakan bahwa kehadiran rumah sakit dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola dan mutu pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mengikuti arahan serta rekomendasi BPK demi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buol Dr. Moh. Nasir DJ Daimaroto menyampaikan apresiasi kepada tim BPK yang telah melakukan pemeriksaan secara profesional dan objektif. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang disampaikan.
“Pemeriksaan kinerja yang dilakukan BPK merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Buol. Pemerintah daerah berkomitmen melaksanakan perbaikan yang dibutuhkan demi memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik, lengkap, dan responsif,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya antara Dinas Kesehatan, RSUD Mokoyurli, dan RS Pratama, agar seluruh catatan dan rekomendasi dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur.
Dalam pertemuan tersebut, BPK memaparkan hasil pemeriksaan, temuan, serta sejumlah langkah strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Seluruh pimpinan OPD yang hadir menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap hasil pemeriksaan ini akan menjadi pendorong bagi peningkatan standar pelayanan kesehatan, baik dari aspek manajemen, pengelolaan fasilitas, maupun kualitas sumber daya manusia, demi mewujudkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.
Redaksi










