Uncategorized

Cerita Iptu Herman Yosefh, S.H., M.H.: Penangkapan 30 Kg Sabu di Desa Kapas dan Tangis Haru Seorang Ayah 76 Tahun

220
×

Cerita Iptu Herman Yosefh, S.H., M.H.: Penangkapan 30 Kg Sabu di Desa Kapas dan Tangis Haru Seorang Ayah 76 Tahun

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TABEnews.com–Kasat Narkoba Polres Tolitoli, Iptu Herman Yosefh, S.H., M.H., mengisahkan momen menegangkan saat timnya bersama tim opsnal Satresnarkoba Polda Sulteng berhasil menggagalkan peredaran 30 kilogram narkotika jenis sabu di pesisir pantai Desa Kapas, Kecamatan Dakopamean, Kabupaten Tolitoli.

Dalam keterangannya di ruang Satresnarkoba Mapolres Tolitoli, Iptu Herman menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim yang berjibaku selama empat hari empat malam, tanpa tidur dan mandi, demi membuntuti pergerakan para pelaku melalui jalur laut yang dikenal sebagai “pelabuhan tikus”. Tiga lokasi menjadi fokus pemantauan: Pantai Ogodeide, Ogoamas, dan Salumpaga.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Setiap informasi yang diterima langsung dilaporkan ke Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng, Kombes Pol. Probadi Sembiring, yang saat itu bersiaga di wilayah Dampal Selatan. Sekitar 24 jam sebelum kapal cepat para tersangka memasuki wilayah hukum Polres Tolitoli, informasi akurat mengarah ke Desa Kapas sebagai titik sandar. Koordinasi cepat dilakukan, dan pantai Kapas langsung dikunci sebagai target operasi.

“Kesigapan saat itu lebih siap dibanding penyergapan sebelumnya yang kami sebut ‘operasi gula pasir’. Jari sudah di pelatuk, personel dalam posisi penuh siaga. Kami tidak ingin barang bukti dibuang ke laut jika pelaku curiga,” ungkap Iptu Herman.

Namun, di balik keberhasilan operasi tersebut, terselip momen haru. Salah satu dari tiga tersangka ternyata sudah berusia lanjut, yakni Jahide (76). Saat akan diberangkatkan ke Polda Sulteng, suasana di halaman Mapolres mendadak emosional. Lima anak Jahide datang menjenguk dan menitipkan harapan.

“Saya mohon, jangan sakiti orang tua kami, Pak. Kami ikhlas, tapi jangan sampai ada kekerasan,” ujar salah satu anak Jahide sambil menangis. Suasana semakin haru saat cucu-cucunya ikut menangis. Beberapa personel yang menyaksikan momen itu tertunduk diam, tak kuasa menahan emosi.

Menanggapi kekhawatiran keluarga, Iptu Herman menegaskan bahwa tidak akan ada tindakan fisik terhadap para tersangka.

“Polda Sulteng menjunjung tinggi asas kemanusiaan dalam penegakan hukum. Kami pastikan siapa pun pelanggar hukum akan diperlakukan secara manusiawi. Dan hari ini kami tidak pernah menghalangi kunjungan keluarga,” tegasnya pada Jumat (25/7/2025) pukul 14.23 WITA.

Bahkan, Direktur Narkoba Polda Sulteng sempat menyampaikan langsung kepada pihak keluarga agar tetap tenang. Nomor telepon keluarga juga telah dicatat oleh personel untuk memudahkan komunikasi saat para tersangka berada di Rumah Tahanan Polda Sulteng di Palu.

Laporan: Armen Djaru

Example 468x60
Example 120x600