Buol, Tabenews-online.com Sinkronisasi Program dan kegiatan Perikanan dengan Kabupaten/Kota Tahun 2022 di Kabupaten Buol Resmi Dibuka Gubernur Sulteng diwakili Bupati Buol dr. H. Amirudin Rauf, di Ruangan Aula Hotel Sri Utami. Buol, (21/6/2022)
Dalam Kesempatan ini, Turut menghadiri kegiatan Sinkronisasi, Jajaran Dirjen Perikanan Budidaya, Dirjen Perikanan Tangkap serta Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai Narasumber.
Selain jajaran kementerian KKP bersama jajaran DKP Sulteng, Kadis Perikanan dan Kelautan Kab.Buol, Moh.Kachfi Mardjuni, S.Pi beserta jajarannya, turut hadir Forkopimda Buol, pimpinan OPD, camat se Kabupaten Buol dan kelompok pengawas perikanan dan tambak Desa Timbulon Kecamatan Paleleh Barat Kab.Buol.
Kegiatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng yang bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Buol sebagai Tuan rumah berlangsung dari tanggal 21-23 Juni 2022, menghadirkan 13 DKP Se provinsi Sulawesi Tengah sebagai Peserta.
Sinkronisasi Program dan kegiatan diawali pembacaan doa berikut penyampaian dan laporan oleh Kadis DKP Sulteng, H. Moh. Arif Latjuba, SE, M.Si. Dalam Laporan nya Moh. Arif menyampaikan penetapan Kabupaten Buol sebagai tuan rumah penyelenggara pertama Sinkronisasi DKP Sulteng yang selama ini diselenggarakan di ibukota Provinsi atas kesepakatan seluruh DKP di Sulteng.
Dikesempatan itu, Kadis DKP Sulteng Muh.Arif Latjuba “mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyelaraskan Program sebagaimana tertuang dalam Restra DKP sulteng 2021 -2026 guna mendukung visi misi Gubernur Sulteng terkait pengentasan kemiskinan”
“Guna mewujudkannya kami membutuhkan Dukungan seluruh kabupaten dan Kota di Sulteng,”ujar Kadis DKP Sulteng.
Terkait Skema pemberian bantuan dan pengentasan kemiskinan, pihak ya masih terkendala karena ketidaksesuaiannya data provinsi dan Kabupaten/Kota, olehnya saat ini DKP Provinsi dan Kabupaten/Kota sedang dalam proses penyesuaian data dengan fokus pada RTM.
“Insya Allah kedepan teman2 baik di provinsi maupun Kab/Kota akan menemukan pola yang sesuai sasaran yaitu RTM berdasarkan Data terpadu nelayan dan pembudidaya ikan,”terang Muh.Arif Latjuba.
Lebih jauh disebutkan, Guna mendukung program yang akan dilaksanakan termasuk infra struktur, Provinsi melalui kegiatan DAK 2022 akan dikhususkan pada peningkatan infra struktur Budi daya, Partisipasi, pengawasan dan konservasi yang akan di lanjutkan kembali pada tahun 2023 mendatang.
Besar harapan kami bisa menghasilkan kesepakatan bersama dengan Kabupaten/Kota terkait target yang ingin kita capai bersama dalam peningkatan produktivitas, pengalokasian anggaran, perijinan, pengawasan, pengentasan kemiskinan serta pelatihan pelatihan.
Mengakhiri penyampaian dan laporannya kadis FKP Sulteng berharap dukungan penuh dari pemerintah Pusat, sekaligus memohon bapak gubernur Sulteng memberi sambutan dan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Ini.
Gubernur Sulteng yang diwakilkan kepada Bupati Buol Dr. Amerudin Rauf dalam sambutannya “mengucapkan terimakasih kepada Pemda, para Bupati dan apresiasi kepada DKP Sulteng dan DKP Kabupaten Buol yang menginisiasi atas terselenggaranya acara ini.
Lanjut Gubernur kegiatan ini diharapkan dapat mempertajam program prioritas dan optimalisasi guna memajukan sektor kelautan perikanan di Sulteng.
Sebagai provinsi yang memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan prospektif untuk dikembangkan. Dengan panjang garis pantai 6841, 86 Km terdiri dari 1572 pulau, Luas Laut 7,4 juta Ha terdapat 155.544 orang yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, pembudidaya, pengelola pasar produk perikanan serta tambak garam.
“Dari data tersebut sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu yang cukup banyak berkontribusi sektor ketenagakerjaan,” ungkap Amirudin Rauf.
Potensi yang besar di Sulteng ini sangat menjanjikan, namun kondisi ini tidak serta merta menggambarkan kondisi sosial yang baik, kita masih diperhadapkan dengan isu keterbatasan sarana dan prasarana, masih kurangnya jaminan bagi kepastian usaha serta keamanan dan keselamatan kerja.
Hal lain disebutkan gubernur, masih lemahnya penguasaan IPTEK dan ketrampilan usaha, akses informasi dan akses permodalan, perlunya penyesuaian regulasi bidang kelautan dan perikanan sesuai amanat Undang undang Cipta Kerja serta kendala kendala lainnya.
Seperti diketahui Ekonomi Sulteng triwulan I tahun 2022 tumbuh sebesar 10,49 persen, dimana banyak mendorong kinerja laporan usaha industri pengolahan yang tumbuh cukup tinggi.
Dari data tersebut menunjukan indikator ekonomi makro Sulteng yang terus membaik membaik.
Saya berharap kepada DKP Sulteng dapat bersinergi dengan DKP Kabupaten/Kota agar dapat menggenjot Kembali sektor perikanan kelautan di Sulteng.
“Baik itu Budidaya maupun penangkapan dengan pemanfaatan tekhnologi dan inovasi yang mumpuni,” sebutnya.
Menelisik pembangunan Sulteng 5 tahun kebelakang, Gubernur menyebutkan sektor pertanian termasuk didalamnya perikanan dan kelautan diharapkan mampu memberikan kontribusi dominan terhadap PDRB, namun
Ironisnya kontribusi angka kemiskinan justru paling banyak terjadi pada sektor tersebut.
‘Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya tanggungjawab pemprov namun andil dari Pemda) Pemko sangat dibutuhkan,” ungkap Gubernur.
“Semoga dari pertemuan ini dapat dihasilkan skema penyelesaiannya dan tak lupa disesuaikan dengan regulasi terbaru untuk mendukung dan melaksanakan kewenangan disektor perikanan dan kelautan sehingga kita dapat memaksimalkan pemanfaatan Sumber Daya kelautan yang ada,”Tambah Gubernur, sembari mengetuk mic sebagai tanda kegiatan Sinkronisasi secara resmi dibuka.
Sebelum meninggalkan podium, Bupati Buol usai membacakan sambutan gubernur, dalam kapasitasnya sebagai Bupati Buol dimana tempat penyelenggaraan sinkronisasi program DKP Sulteng, dikesempatan itu dia menyampaikan terimakasih kepada Pemprov sulteng yang telah menetapkan Buol sebagai tuan rumah kegiatan ini.
‘Selamat datang para peserta dan Rombongan Kementerian KKP di Bumi Pogogul Bumi Berkah, Selamat menikmati Ikan segar yang ditangkap bukan yang di cari oleh nelayan di Kabupaten Buol,” Pungkas Bupati Buol yang sesaat lagi akan mengakhiri periode keduanya.
Pembukaan sinkronisasi program dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kesepakatan pemanfaatan sarana pengawasan antara DKP Sulteng dengan DKP Kabupaten Buol, DKP Kabupaten Banggai Laut dan DKP Kabupaten Morowali.
Selanjutnya penyerahan bantuan sarana pengawasan SPKP secara simbolis oleh DKP Sulteng kepada Pokmas was Desa Timbulon Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol.Kegiatan Pembukaan sinkronisasi diakhiri dengan pemberian cendra mata dari DKP Sulteng kepada Bupati Buol.











