TABEnews Tolitoli – Suasana Musyawarah Cabang (Muscab) ke-6 Partai Bulan Bintang (PBB) Tolitoli yang digelar di Hotel Mitra, Rabu (23/7), bukan hanya menjadi forum konsolidasi kader. Dari podium pembukaan, Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan melempar sinyal politik mengejutkan: tak akan lagi maju sebagai calon wakil bupati.
“Atas nama Bupati, saya berharap partai ini akan semakin berkembang di bawah kepemimpinan Bapak H. Amran H. Yahya, yang tampaknya hari ini akan kembali terpilih memimpin PBB,” ujar Moh. Besar membuka acara.
Namun yang paling menyita perhatian justru pernyataan berikutnya.
“Saya tidak mungkin maju jadi wakil lagi, karena saya sudah dua kali jadi wakil bupati,” ucapnya, disambut tepuk tangan hangat peserta Muscab.
Pernyataan ini sontak menimbulkan berbagai tafsir politik. Banyak yang menilai Moh. Besar tengah membuka jalan untuk maju sebagai calon bupati di Pilkada 2024, terutama jika poros kebersamaan PAN dan PBB tetap terjaga.
“Insyaallah, kebersamaan antara PAN dan PBB akan terus berjalan ke depan,” tambahnya, menyiratkan harapan untuk melanjutkan kolaborasi politik lintas partai yang telah terbangun selama ini.
Dalam Muscab tersebut, Bupati Tolitoli H. Amran Yahya hadir sebagai Ketua DPC PBB, sementara pembukaan secara resmi dipercayakan kepada Wakil Bupati karena Amran berada dalam kapasitas struktural partai.
Sejumlah kader PBB juga mulai disebut-sebut memiliki kans besar untuk mendampingi calon bupati potensial jika skenario PAN-PBB benar-benar terwujud. Nama-nama seperti Ketua DPRD, anggota DPRD Provinsi Moh. Adzima Yahya, serta Taufik dan Anhar Dg Mallawa mulai masuk radar publik sebagai kandidat kuat dari PBB.
Arah politik Tolitoli perlahan mulai terbentuk.
Jika Moh. Besar benar-benar maju sebagai calon bupati dan didukung PBB, maka Pilkada mendatang bisa menjadi panggung adu kekuatan antar poros besar, sekaligus ajang pembuktian loyalitas koalisi jangka panjang.***









