Gorontalo, Tabenews.Com — Terkait Penyelidikan Proyek Revitalisasi Trotoar Kota Gorontalo, Puluhan massa aksi melakukan demonstrasi di depan Polda Gorontalo, menuntut agar institusi tersebut mengambil alih penyelidikan proyek revitalisasi kawasan Kota Tua Gorontalo.
Proyek yang berfokus pada pembangunan trotoar itu didanai melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan anggaran mencapai miliaran rupiah. Namun, hasil proyek tersebut dinilai jauh dari ekspektasi masyarakat.
Arya menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi trotoar yang tidak memenuhi standar kualitas, meskipun menggunakan dana besar. Dirinya menduga adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut. Lambannya Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo dalam menangani kasus ini membuat Arya bersama massa aksi kehilangan kepercayaan terhadap lembaga tersebut.
“Kondisi trotoar yang dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Dengan anggaran miliaran rupiah, hasilnya sangat mengecewakan. Kami meminta Polda segera mengambil alih penyelidikan ini karena Kejari terlihat tidak serius,” ujar Arya dalam orasinya
Arya juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aliran dana proyek, termasuk pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya. Ia (Arya_Read) menilai revitalisasi kawasan Kota Tua, yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat, malah menjadi sorotan negatif karena dugaan penyalahgunaan anggaran.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, Polda Gorontalo menerima apa yang menjadi Aspirasi massa aksi.
Arya mengancam akan terus melakukan aksi protes hingga ada kejelasan terkait langkah penyelidikan kasus ini, sekaligus memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana publik dan penetapan tersangka baru bagi oknum oknum atau lembaga yang jika terbukti terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi.









