buol

Anggaran Infrastruktur Melonjak, Pemkab Buol Fokus Benahi Jalan Rusak pada 2026

190
×

Anggaran Infrastruktur Melonjak, Pemkab Buol Fokus Benahi Jalan Rusak pada 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol, TabeNews.com — Pemerintah Kabupaten Buol merespons kritik masyarakat terkait kondisi jalan rusak dengan menaikkan secara signifikan anggaran pembangunan dan perbaikan infrastruktur pada tahun anggaran 2026. 

Langkah ini disebut sebagai komitmen meningkatkan kualitas layanan publik dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Advertising
banner 325x300
Advertising

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buol, Darsyat, mengatakan pemerintah daerah sangat menghargai kritik dan masukan dari masyarakat, termasuk dari kalangan pemuda dan pemerhati sosial yang selama ini menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan.

“Suara publik adalah bagian penting dari proses perbaikan pemerintahan dan menjadi pengingat bahwa pelayanan kepada rakyat harus terus ditingkatkan,” ujar Darsyat kepada awak media, Rabu (3/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, belanja infrastruktur jalan tercatat sebesar Rp 6,5 miliar. Namun pada RAPBD 2026, anggaran tersebut direncanakan naik drastis menjadi Rp 22,9 miliar atau meningkat 28,64 persen.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buol, Moh Kasim Ali SE, mengakui masih terdapat sejumlah titik jalan dengan kondisi kurang layak di beberapa wilayah Kabupaten Buol. Meski demikian, lanjutnya, pemerintah terus memaksimalkan anggaran perbaikan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Kami memaksimalkan kemampuan anggaran untuk perbaikan jalan di tengah kondisi fiskal yang rendah,” ujarnya.

Kasim menyebut ketatnya ruang fiskal dipengaruhi belanja wajib seperti gaji ASN, serta belanja mandatori nasional untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Meski demikian, perbaikan jalan tetap diprioritaskan untuk ruas-ruas yang menjadi jalur ekonomi warga, akses antarkecamatan, jalur distribusi pertanian dan perdagangan, serta wilayah yang mengalami kerusakan parah.

“Pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi lapangan dan justru menjadikan kritik tersebut sebagai motivasi untuk mempercepat perbaikan pelayanan publik,” tegasnya.

Selain mengandalkan APBD, Pemkab Buol juga berupaya mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Saat ini, sedang berlangsung pengerjaan ruas jalan Bunobogu–Inalatan dengan nilai proyek lebih dari Rp 34 miliar, yang dibiayai melalui APBN.

Untuk tahun 2026, Kabupaten Buol juga memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar lebih dari Rp 13 miliar, menjadikannya satu-satunya kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah yang mendapatkan alokasi DAK di bidang jalan.

Mengakhiri keterangannya, Kasim Ali berharap masyarakat dapat bersabar dan memahami kondisi keuangan daerah yang masih terbatas.

“Insyaallah perlahan-lahan semuanya akan kami perbaiki sesuai kemampuan fiskal daerah,” pungkasnya.

Dengan peningkatan anggaran yang signifikan dan sinergi antara APBD serta dukungan APBN, Pemkab Buol berharap percepatan perbaikan infrastruktur jalan dapat segera dirasakan masyarakat.

Redaksi

Example 468x60
Example 120x600