Tolitoli, TABEnews.com.–Upacara peringatan Hari jadi pura di desa tinading oleh warga pemeluk agama Hindu Akan di laksanakan pada hari Selasa besok warga Hindu yang ada menyebutkan nya dengan Piodalan
Piodalan sendiri dapat diartikan sebagai Perayaan hari jadi tempat suci Upacara piodalan merupakan kewajiban karma desa dalam rangka membayar hutang kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasinya yang disthanakan di pura dalem desa Tinading, demikian penjelasan ketua Perhimpunan Hindu Dharma (PHD) Desa Tinading kecamatan Lampasio siang tadi Senin (21/8/2023)
Puncak upacara piodalan di laksanakan besok pada hari Selasa pukul 9 .00 wita sampai selesai karena itu hari ini JeruMangku Gusti Aji Dangin laksanakan sembahyang untuk Bersihkan segala kekuatan negatif di areal pura dalem di tandai dengan memercikkan air suci pada semua sudut tembok pura dalem kata ketua PHD desa Tinading”Wayan Ginsawan 56 tahun
Lebih lanjut di katakan nya diri nya berharap Upacara warga khususnya umat Hindu besok berjalan tertib, Piodalan itu setiap 6 bulan sekali di laksanakan karena dalam penanggalan kalender orang Bali ada 35 hari dalam sebulan, upacara piodalan setiap Desa yang ada Umat Hindu nya berbeda beda tergantung kapan waktu di bangun pertama kali Pura yang ada di Desa nya
Ketua PHD sendiri di ketahui adalah warga transmigran asal Bali sekitar tahun 1983 namun sempat menyelesaikan pendidikan nya pada SMU satu Tolitoli saat itu
Saat saya dari Bali kelas dua SMK dan pendidikan SLTA saya selesai kan di SMU satu “Ujar Wayan Ginsawan
Diri nya bersyukur karena kabupaten Tolitoli merupakan kabupaten yang paling damai, toleransi karena itu warga Hindu tidak merasa orang Bali lagi tetapi kami bangga di sebut orang dari kabupaten Tolitoli tercinta
Armen djaru









