Palu – Tabenews.com – Insa Allah, Aksesbilitas waktu tempuh berkurang keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan setelah selesai dikerjakan nantinya.
Hal tersebut disampaikan kepala Balai Jalan Nasional, Arief Syarif Hidayat angkat bicara dan menanggapi jika Penutupan jalan nasional Trans Sulawesi di desa Tampemadoro kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang dikeluhkan sebagian pengguna jalan, adalah hanya dalam waktu sementara.
” Ya. Insya Allah setelah selesai masyarakat akan nyaman. Aksesbilitas waktu tempuh berkurang, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Kata Arief Syarif Hidayat, menanggapi tayangan berita disalah satu media on-line.

Sebagai Kabalai BPJN wilayah Sulawesi Tengah, Arief Syarif Hidayat menjelaskan Lebar jalan sebelumnya hanya 4.5 meter sampai dengan 5 meter dua kendaraan bersimpangan sisi kanan jurang. Mudahan sudah selesai lebih menikmati dari aspek segalanya.
” Jalan hanya 4.5m sd 5m dua kendaraan berat bersimpangan sisi kanan jurang. Mdh” Sdh selesai lebih menikmati dr aspek segalanya. Tulis Arief Syarif Hidayat, menjawab pertanyaan jurnalis media ini.
Sebagaimana yang dilansir Metro Sulteng, salah seorang pengguna jalan Dr. Elvis Dj. Katuwu, yang terkena imbas penutupan jalan menkritik pedas kebikjakan penutupan tersebut.

“Ya. Ini sangat merugikan pengguna jalan umum. Katanya mengkritik, saat terjebak macet penutupan jalan pada (10/7/2023) senin siang itu.
Sementara itu, dari informasi yang didapatkan Balai jalan Nasional khususnya pada Satuan Kerja (satker -red) wilayah II dan PPK 2.6 koridor Maleali – Kotaposo hingga Tagolu, Tentena sampai Taripa kurang lebih anggaran yang digelontorkan berbandrol Rp. 66.6 Miliar. Pada Long segment 2023. Pada ruas Tagolu hingga Tentena, kabupaten Poso pekerjaan preservasi yang terpantau adalah pada titik penangan longsoran didesa watuawu serta pada ruas titik desa Tampemadoro – desa Kuku pekerjaan katingan pelebaran jalan yang sempit dan berbahaya rawan kecelakaan lalu-lintas pada jalur tersebut.

*( *Mardi* )














