Tolitoli, TABEnews. —
Problem perani akan pemenuhan pupuk sangat sulit karena pengurangan dari kebutuhan merupakan putusan pemerintah pusat.
Kepala Dinas TPH Tolitoli, H Rustan Rewa didampingi Kasi Tanaman Pangan, Nani Saudah di Tolitoli, Jumat (21/1) mengatakan, secara administrasi Tolitoli tercepat dari semua kabupaten.
“Kita yang tercepat, surat gubernur tanggal 4 keluar, Tolitoli tanggal 6 sudah ditandatangani pada bupati Surat keputusan nya–SK, ” ujar Nani.
Tapi jelas Nani, kenapa belum bisa dilakukan penjualan ke petani, antara distributor dan kios atau pengecer belum melakukan penandatangan kerjasama itu, katanya.
Tapi, dinas sudah komunikasi dengan distributor paling lambat tanggal 25 Januari ini mereka akan melakukan penandatangan surat untuk kerjasama itu, timpal Nani.
“Saya sudah cek ke distributor. Mereka katakan, tanggal 25 ini akan mereka tanda tangan surat dengan semua kios/pengecer itu, ” tuturnya.
Sementara kadis TPH mengatakan, memang pupuk bersubsidi ini tidak cukup.
Contoh kata Kadis, pupuk Urea yang seharusnya kita membutuhkan sekitar 3 ribu ton lebih, tapi kita hanya dikasih 2 ton lebih.
Demikian juga pupuk NPK, kita harusnya butuh 6 ribu ton lebih hanya dikasih 1 ton lebih.
Artinya jelas Kadis, ini tidak bisa cukup tetapi akan dilakukan pembagian rata saja semua bisa terlayani, tandasnya.
Sementara wakil ketua DPRD Tolitoli, Jemy Yusuf, Jumat ini menerima keluhan petani dari Galang soal pupuk bersubsidi yang belum bisa petani dapatkan.
Menurutnya, kalau kendala soal surat ini sangat tidak tepat karena waktunya sekarang petani sudah menanam dan butuh pupuk.
Kalau saja ini berlarut kata politisi Golkar itu, pasti kita melihat kegagalan petani padi kita, tukasnya. sy
















