Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Santri Bukan Hanya Penjaga Agama, Wabup Buol Sampaikan Pesan Menag tentang Masa Depan Bangsa

7
×

Santri Bukan Hanya Penjaga Agama, Wabup Buol Sampaikan Pesan Menag tentang Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Buol Tabenews.com – Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Buol berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Kamis (22/10/2026). Dalam upacara tersebut, Wakil Bupati Buol bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Menteri Agama Republik Indonesia yang mengangkat tema besar “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Upacara yang diikuti para santri, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta jajaran aparatur sipil negara (ASN) tersebut menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan para ulama serta santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kaum santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan Indonesia di masa kini dan mendatang.

Dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan Wakil Bupati Buol, ditegaskan bahwa penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri memiliki landasan sejarah yang kuat.

Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut membangkitkan semangat perjuangan para ulama, santri, dan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan.

Semangat perjuangan itu kemudian menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian sejarah perlawanan rakyat Indonesia, termasuk peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya.

Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan masa depan bangsa.

“Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” demikian pesan Menteri Agama yang dibacakan Wakil Bupati Buol.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi terdahulu harus dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengabdian nyata bagi masyarakat dan negara.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri Tahun 2026 menegaskan besarnya tanggung jawab generasi santri dalam menentukan arah masa depan Indonesia menuju cita-cita pembangunan nasional pada 2045.

Jika pada masa perjuangan kemerdekaan santri mengambil bagian melalui perjuangan fisik dan perlawanan terhadap penjajah, maka tantangan santri saat ini semakin luas.

Santri dituntut mampu menjadi generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan berbagai disiplin ilmu lainnya.

Dalam amanat tersebut, Menteri Agama juga mengingatkan agar santri tidak merasa rendah diri ataupun membatasi cita-citanya hanya pada bidang keagamaan.

Santri memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkiprah dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, profesional, hingga pemimpin bangsa.

Untuk mewujudkan hal tersebut, para santri didorong agar terus memperkuat pemahaman ilmu agama, meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga tradisi pesantren, serta tetap terbuka terhadap perkembangan zaman.

Selain kecerdasan intelektual, santri juga diharapkan memiliki kejujuran, integritas, akhlak mulia, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Bagian penting lainnya dalam amanat Menteri Agama adalah apresiasi terhadap terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan perhatian pemerintah terhadap keberadaan pesantren sebagai institusi pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.

Pesantren selama ini memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi bangsa, menanamkan nilai-nilai moral, serta menjaga kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Dalam amanat tersebut, pesantren diharapkan terus mengoptimalkan tiga fungsi utamanya.

Pertama, fungsi pendidikan, yakni melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan luas, kecerdasan intelektual, serta akhlak mulia.

Kedua, fungsi dakwah, yaitu menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, memperkuat kerukunan umat beragama, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Ketiga, fungsi pemberdayaan masyarakat, yakni mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Ketiga fungsi tersebut diharapkan dapat berjalan secara beriringan sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam pesan kebangsaannya, Menteri Agama juga menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik kalangan santri maupun umat Islam, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai sejarah perjuangan dan kontribusi para ulama serta santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

Nilai Hubbul Wathan Minal Iman, yang bermakna mencintai tanah air sebagai bagian dari iman, diharapkan terus menjadi semangat dalam menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat tersebut penting untuk terus ditanamkan kepada generasi muda agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan, tetapi menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun bangsa.

Santri diharapkan menjadi bagian dari generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, serta tampil sebagai pelopor perdamaian, persaudaraan, dan kemajuan masyarakat.

Rangkaian upacara peringatan Hari Santri Tahun 2026 di Kabupaten Buol ditutup dengan doa bersama untuk mengenang dan mendoakan para ulama, santri, serta pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan membela kemerdekaan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Buol menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Tahun 2026 sekaligus mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan kreativitas, serta mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Momentum Hari Santri diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh generasi muda, khususnya para santri di Kabupaten Buol, untuk terus belajar, berinovasi, menjaga akhlak, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, memiliki karakter kebangsaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan semangat Hari Santri 2026, Kabupaten Buol diharapkan turut melahirkan generasi santri yang unggul, berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Santri bukan hanya pewaris perjuangan masa lalu, tetapi juga penggerak masa depan bangsa. Santri menguatkan negeri, menjaga persatuan, dan membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300