Scroll untuk baca artikel
banner 325x300
buol

Lomuli Menembus Panggung Nasional! Desa Kecil di Tiloan Ini Bawa Nama Sulawesi Tengah

1
×

Lomuli Menembus Panggung Nasional! Desa Kecil di Tiloan Ini Bawa Nama Sulawesi Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BUOL, TABENEWS.COM — Siapa sangka, sebuah desa kecil di Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kini mendapat kesempatan membawa nama daerahnya ke panggung nasional. 

Desa Lomuli, yang selama ini tumbuh dengan segala keterbatasannya, kini menjadi harapan baru dalam upaya mewujudkan desa yang ramah perempuan, peduli terhadap anak, dan mendukung pendidikan.

Kabar membanggakan itu hadir melalui surat Gubernur Sulawesi Tengah yang menetapkan Desa Lomuli sebagai Desa Inovasi Ramah Perempuan dan Anak serta Dukungan Pendidikan pada Anak, untuk mewakili Provinsi Sulawesi Tengah di tingkat nasional.

Sebuah pencapaian yang bukan sekadar tentang nama desa yang tercantum dalam surat resmi, melainkan tentang kepercayaan, perjuangan, dan harapan bahwa perubahan besar dapat lahir dari desa kecil sekalipun.

Pada Senin (26/10/2026), sekitar pukul 15.00 WITA, suasana di ruang kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buol, Arfandi Wehantow, menjadi saksi dimulainya pembahasan penting mengenai masa depan Desa Lomuli.

Kepala Desa Lomuli, Ulfa, S.Sos., hadir membawa kabar yang membuka peluang besar bagi masyarakatnya. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membicarakan langkah-langkah persiapan menghadapi penilaian di tingkat nasional.

Bukan lagi semata-mata berbicara tentang keterbatasan infrastruktur atau kebutuhan pembangunan desa, tetapi juga mengenai bagaimana perempuan mendapatkan ruang untuk berkembang, bagaimana anak-anak memperoleh perlindungan dan kesempatan belajar, serta bagaimana desa dapat menjadi tempat yang aman bagi generasi penerus.

Terpilihnya Lomuli untuk mewakili Sulawesi Tengah tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Namun, di balik kebanggaan tersebut, terdapat tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan bersama.

Desa ramah perempuan dan anak bukan hanya tentang slogan atau dokumen administrasi. Lebih dari itu, diperlukan komitmen nyata untuk memastikan perempuan mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, anak-anak terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi, serta pendidikan menjadi perhatian bersama.

Inilah pekerjaan besar yang menanti Desa Lomuli.

Pemerintah desa membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pembinaan, pendampingan, penguatan program, hingga pelibatan aktif masyarakat. Setiap langkah harus diarahkan agar inovasi yang diusung benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan hanya terlihat baik saat penilaian berlangsung.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) bersama Dinas PMD Kabupaten Buol direncanakan turun langsung untuk melakukan pembinaan dan pendampingan, sekaligus membantu mempersiapkan Desa Lomuli menghadapi tahapan di tingkat nasional.

Dukungan tersebut diharapkan menjadi kekuatan penting agar Lomuli tidak berjalan sendiri dalam membawa nama Sulawesi Tengah.

Bagi Kepala Desa Lomuli, Ulfa, S.Sos., momentum ini dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa desa dengan segala keterbatasannya tetap mampu menghadirkan gagasan dan gerakan yang berarti bagi masyarakat.

Kepemimpinan di tingkat desa bukan hanya tentang menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan, mendengar kebutuhan warga, serta memastikan tidak ada perempuan dan anak yang tertinggal dalam proses pembangunan.

Semangat #LoveLomuli menjadi gambaran kecintaan terhadap desa dan tekad untuk terus mendorong perubahan.

Dari Lomuli, ada pesan sederhana yang patut menjadi perhatian: kemajuan tidak selalu dimulai dari kota besar. Kadang-kadang, perubahan justru tumbuh dari desa yang jauh dari pusat pemerintahan, melalui kepedulian, keberanian berinovasi, dan kerja bersama.

Kini, harapan itu tidak boleh berhenti pada kebanggaan sesaat.

Pemerintah Kabupaten Buol, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga memiliki kesempatan untuk menjadikan momentum ini sebagai gerakan bersama.

Perempuan perlu diberi ruang untuk berdaya. Anak-anak harus mendapatkan perlindungan dan kesempatan pendidikan yang layak. Sementara itu, inovasi desa perlu diperkuat dengan program yang berkelanjutan, pendampingan yang konsisten, dan keterlibatan masyarakat.

Jika seluruh unsur bergerak bersama, Lomuli berpeluang menunjukkan bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang mampu melahirkan solusi bagi persoalan masyarakat.

Perjalanan menuju tingkat nasional tentu membutuhkan persiapan dan kerja keras. Hasil akhirnya belum menjadi kepastian, tetapi kesempatan yang telah terbuka ini merupakan langkah penting yang layak diperjuangkan.

Hari ini, nama Lomuli membawa harapan yang lebih luas daripada batas wilayahnya sendiri.

Di balik setiap anak yang ingin terus bersekolah, ada mimpi yang menunggu kesempatan. Di balik setiap perempuan yang ingin berdaya, ada potensi yang membutuhkan ruang. Dan di balik setiap desa kecil, selalu ada kemungkinan untuk melahirkan perubahan besar.

Lomuli kini mendapat kesempatan untuk menceritakan semua itu kepada Indonesia.

Perjalanan ini bukan semata-mata tentang mengejar predikat atau penghargaan, melainkan tentang membuktikan bahwa kepedulian terhadap perempuan, perlindungan anak, dan dukungan pendidikan dapat tumbuh dari desa mana pun.

Lomuli boleh berada di ujung peta Kabupaten Buol, tetapi harapannya tidak boleh berhenti di ujung jalan.

Dari desa kecil ini, sebuah pesan sedang dibawa menuju panggung nasional: ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Dari Lomuli untuk Buol. Dari Buol untuk Sulawesi Tengah. Dan dari Sulawesi Tengah, untuk Indonesia.

Redaksi

Example 468x60
Example 468x60
Example 120x600
banner 325x300