TOLITOLI, TABENEWS — Bupati Tolitoli H. Amran Hi Yahya melantik dan mengambil sumpah 11 Penjabat Kepala Desa dari Kecamatan Lampasio, Baolan, dan Galang. Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Amran menegaskan bahwa jabatan kepala desa bukan sekadar posisi pemerintahan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun desa bersama-sama.
Pelantikan berlangsung di Lapangan Moh. Tang, Desa Tinigi, Kamis (8/10/2026), sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Bunda PAUD, serta Tim Pembina Posyandu kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Tolitoli.
Pesan Bupati cukup tegas: pelayanan harus menjadi prioritas, persaudaraan wajib dijaga, dan semangat gotong royong tidak boleh ditinggalkan dalam pembangunan desa.
“Jangan saling menjatuhkan. Mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun desa demi kemakmuran masyarakat,” pesan Amran dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting bagi para kepala desa yang kini mengemban tanggung jawab baru. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Amran meminta para penjabat kepala desa menjalankan amanah dengan integritas dan profesionalisme. Pelayanan publik, menurutnya, harus dilakukan secara dekat, responsif, dan solutif agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah desa.
“Mari kita jadikan desa sebagai tempat di mana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, keluarga hidup sehat, dan masyarakat dapat berkembang serta meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Amran.
11 Penjabat Kades Resmi Dilantik
Sebelas Penjabat Kepala Desa yang dilantik masing-masing:
Samsul Bachri — Kepala Desa Lantapan.
Kusno — Kepala Desa Tinigi.
Zuhri, SH — Kepala Desa Sabang.
Nono Darman Isol — Kepala Desa Lelean.
Usman Sunusi — Kepala Desa Buntuna.
Nasrun — Kepala Desa Dadakitan.
M. Reza Fadli — Kepala Desa Maibua.
Mohammad Kasim Maali Kusumo, SH — Kepala Desa Janja.
Ekshanuddin, S.Pd — Kepala Desa Tinading.
Angga Budiman, SH — Kepala Desa Ogomatanang.
Abd. Kadir — Kepala Desa Lampasio.
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar pada 22 Juli 2026 dan diikuti 44 desa di Kabupaten Tolitoli.
Dengan mandat yang diterima, para penjabat kepala desa diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan desa, serta memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.
PKK, PAUD, dan Posyandu Jadi Perhatian
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Tolitoli Ny. Hj. Sriyanti H. Amran melantik Ketua TP-PKK Desa, Bunda PAUD, dan Tim Pembina Posyandu dari Kecamatan Lampasio, Baolan, dan Galang.
Ketiga unsur tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat pemberdayaan keluarga, mendukung pendidikan anak usia dini, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Keterlibatan mereka di tingkat desa diharapkan dapat melengkapi kerja pemerintahan desa, terutama dalam membangun keluarga yang sehat, meningkatkan kualitas pendidikan anak, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
Amran menegaskan, pembangunan desa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.
Semangat gotong royong, menurutnya, harus menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Kabupaten Tolitoli yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan bersama Ketua GOW Ny. Caroline Besar Bantilan, Sekda Moh. Asrul Bantilan bersama Ketua DWP Ny. Eflin Flora Tambuwun, unsur Forkopimda dan Forkopimca, Wakil Ketua II DPRD, anggota DPRD Tolitoli, kepala perangkat daerah, para camat, kepala desa, Ketua BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta undangan lainnya.
Antusiasme warga yang hadir turut mewarnai rangkaian pelantikan tersebut.
Kini, tantangan bagi 11 penjabat kepala desa itu bukan berhenti pada seremoni pelantikan. Kepercayaan masyarakat harus dijawab melalui pelayanan yang nyata, kebijakan yang berpihak pada kebutuhan warga, serta pembangunan yang mengedepankan kebersamaan.
Sebab, kemajuan desa tidak hanya diukur dari program yang direncanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Penulis: Fajrin/TB








