TOLITOLI – Pintu air Bendung Tende Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, mulai dibuka sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim tanam Oktober–Maret (Okmar).
Pembukaan pintu air tersebut menjadi momentum penting bagi para petani, khususnya di wilayah yang mendapatkan suplai air dari jaringan irigasi Bendung Tende Lalos. Kegiatan diawali dengan doa dan ungkapan rasa syukur agar ketersediaan air dapat menunjang kelancaran aktivitas pertanian hingga masa panen.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Tolitoli, Taufik, mengajak para petani memanfaatkan ketersediaan air dengan sebaik-baiknya. Ia berharap musim tanam Okmar tahun ini dapat berlangsung lancar dengan waktu tanam yang tepat.
“Sebelum pembukaan pintu air, kita mengucapkan rasa syukur dan berdoa kepada Allah SWT. Semoga di musim tanam Okmar ini petani bisa mengolah lahannya dengan air yang cukup, menanam tepat waktu, pemupukan yang sesuai, serta penanganan hama dan penyakit yang cepat,” ujar Taufik.
Menurutnya, kesiapan petani sejak awal menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas. Karena itu, setiap tahapan budidaya mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan secara tepat.
Taufik secara khusus mengingatkan petani yang berada di wilayah hilir agar tidak menunggu terlalu lama untuk mulai mengolah lahannya. Langkah tersebut diperlukan untuk menyesuaikan distribusi air yang berasal dari wilayah hulu.
“Bagi kawan-kawan petani yang berada di bagian hilir, disarankan seminggu atau sepuluh hari ke depan, bahkan mungkin bisa lebih cepat turun melakukan pengolahan atau membajak dibandingkan kawan-kawan kita yang berada di bagian hulu,” katanya.
Ia menjelaskan, percepatan pengolahan lahan di wilayah hilir diharapkan dapat membuat distribusi air lebih efektif sehingga seluruh areal persawahan yang mendapatkan layanan irigasi dapat mempersiapkan musim tanam secara bersamaan.
Taufik menegaskan keberhasilan musim tanam tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan air. Dukungan infrastruktur pertanian, ketersediaan pupuk, pengendalian organisme pengganggu tanaman serta pengelolaan budidaya yang tepat juga menjadi faktor penting.
Ia berharap seluruh tahapan tersebut dapat berjalan optimal sehingga produksi padi pada musim tanam Okmar tahun ini meningkat dibandingkan musim sebelumnya.
“Infrastruktur baik, pupuk murah dan mudah, produksi naik, harga beras tinggi, petani sejahtera. Silaturahmi tanpa batas,” tuturnya.
Pembukaan pintu air Bendung Tende Lalos dihadiri Ketua KTNA Kabupaten Tolitoli Taufik bersama para petani dan pihak terkait. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan musim tanam Okmar sekaligus mendorong peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani di Kecamatan Galang dan wilayah sekitarnya.
penulis: Fajrin








